Selasa, 27 September 2022
Kriminal

Masih Ingat Kasus Dugaan Pelecehan Ulama di Banyuwangi?, Terlapor Resmi Ditetapkan Tersangka

profile
Ikhwan

24 Agustus 2022 20:18

471 dilihat
Masih Ingat Kasus Dugaan Pelecehan Ulama di Banyuwangi?, Terlapor Resmi Ditetapkan Tersangka
Tangkapan layar menunjukkan reaksi netizen menyikapi dugaan pelecehan seksual di Banyuwangi. (SJP)

BANYUWANGI - Publik tentu masih ingat dengan pelaporan akun bernama @Endog Ceplok ke Polresta Banyuwangi oleh Banser Kecamatan Cluring, pada 20 September 2021 lalu.

Karena cuitan di media sosial facebook akun itu dilaporkan lantaran diduga melecehkan dua ulama kenamaan di Desa Plampangrejo, Cluring, yakni KH Solehan Arosyid dan KH Nur Hadi As'ari.

Pemilik akun pun telah diketahui, dia adalah pria berinisial YA yang juga warga Plampangrejo.

Kasus itu memicu tanda tanya dari sejumlah kalangan karena penanganannya yang dinilai lamban hampir 1 tahun lamanya.

Banser dikomandoi Kasatkoryon Banser Kecamatan Cluring, Fatkhur Rohman Sodiq pun menggeruduk Mapolresta untuk meminta penjelasan, Rabu (24/8/2022) siang.

Mereka ditemui langsung oleh Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja.

Kompol Agus mengatakan kasus tersebut sudah berjalan sepuluh bulan atau nyaris setahun. Kasus ini pun sudah menjadi atensi pihak kepolisian.

Polisi telah mengantongi identitas terlapor dan terlapor kini telah ditetapkan tersangka.

"Terlapor dalam perkara itu sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kedatangan teman-teman Banser untuk memberikan support supaya proses penanangan kasus ini dapat berjalan sebagai mana mestinya," kata Agus dihadapan sejumlah wartawan.

Agus mengatakan sementara ini terlapor masih belum ditahan. Besok, Kamis 25 Agustus 2022, YA akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

"Untuk undang-undangnya dikenakan dengan pasal UU ITE nomor 45 ayat 2 dan ayat 3, kita subsider kan dengan pasal 310 KUHP. Dengan ancaman ITE nya 4 tahun dan 310 KUHP 9 bulan kurungan penjara," pungkasnya.

Seperti dberitakan Suarajatimpost pada 20 September 2021 lalu, sejumlah anggota Banser melaporkan sebuah akun @endog ceplok ke Polresta Banyuwangi.

Pelaporan itu buntut dari adanya unggahan yang disinyalir melecehkan ulama di Desa Plampangrejo, Cluring.

Kasatkoryon Banser Kecamatan Cluring, Fatkhur Rohman Sodiq mengatakan unggahan status itu terjadi setelah adanya selisih paham. 

Akun @Endog Ceplok yang diketahui milik warga berinisial YA. Cuitan yang diduga melecehkan ulama itu diunggah pada 30 Juli 2021 lalu 

Dengan narasi yang berbunyi "Ketika sing jare ngaku ulama dan tokoh masarakat tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya...Maka Korbannya adalah umat...juga masyarakat. Semoga semua selamat #Plampangrejo"

"Si pemilik akun sendiri mengakui bahwa unggahan status Facebook itu ditujukan kepada dua kyai yakni KH Solehan Arosyid dan KH Nur Hadi As'ari. Sehingga kyai merasa namanya sudah dicemarkan," kata Sodiq usai mengajukan pengaduan di Mapolresta Banyuwangi, Senin (20/9/2021) lalu.

Sodiq menjelaskan permasalahan itu sudah beberapa kali dilakukan mediasi oleh 3 pilar di desa setempat. Namun sampai sejauh ini Banser menilai tidak ada itikad baik yang coba ditunjukkan oleh sang pemilik akun.

"YA sebagai pemilik akun masih enggan meminta maaf. Sehingga hal tersebut sangat menyakitkan bagi kami, yang mana ulama kami dilecehkan, dianggap sebagai ulama yang tidak laku dan yang tidak dapat amplop. Oleh karena itu Banser harus bergerak dan membela ulama itu," ujarnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Masih Ingat Kasus Dugaan Pelecehan Ulama di Banyuwangi?, Terlapor Resmi Ditetapkan Tersangka

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT