Minggu, 22 Mei 2022
Kriminal

Meski Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Penasehat Hukum Tetap Lakukan Upaya Banding

profile
Andy

29 April 2022 08:34

383 dilihat
Meski Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Penasehat Hukum Tetap Lakukan Upaya Banding
Randy Bagus Hari Sasongko saat menjalani sidang di PN Mojokerto. (istimewa/SJP)

MOJOKERTO – Meski vonis hukuman Randy Bagus Hari Sasongko lebih ringan dari tuntutan Jaksa, namun Penasehat Hukum (PH) terdakwa tetap keberatan atas vonis yang menimpa kliennya. Pihaknya akan mengajukan upaya hukum banding.

Vonis 2 tahun yang dijatuhkan hakim ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum. Sebelumnya, penuntut umum meminta agar Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara 3 tahun 6 bulan. 

"Kami menilai fakta-fakta persidangan bahwa Novia juga harus menjadi tersangka, kalau mati harus di SP3 (surat perintah penghentian penyidikan)," ungkap Elisa Andarwati kepada awak media usai sidang di Ruang Candra, PN Mojokerto, Kamis (28/4/2022).

Ia bersikukuh, banyak keputusan majelis hakim tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Elisa beranggapan tidak ada bukti otentik kalau mendiang Novia hamil. 

"Secara medis tidak bisa dibuktikan kalau Novia ini hamil, di dalam persidangan banyak fakta-fakta yang tidak sesuai," terang Elisa. 

Dalam kasus ini PH Randy tidak sendiri, masih ada 4 orang lagi yakni Wiwik Tri Haryati, Sugeng Prayitno, Angga Racha Wijaya, dan Rora Arista Ubariswanda.

Bripda Randy di vonis dengan pasal 348 KUHP tentang ikut tindak pidana aborsi.

Ketua Majelis Hakim Sunoto membacakan putusan tersebut. Sunoto menegaskan Bripda Randy terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan aborsi terhadap Novia.

Bripda Randy ikut serta dengan sengaja menyebabkan gugur atau kandungan seorang perempuan dengan izin perempuan itu, sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan. 

Vonis tersebut didasari dengan poin-poin yang memberatkan dan meringankan terdakwa Bripda Randy. Di antaranya poin yang memberatka yakni, terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

Terdakwa berbelit-belit saat memberikan kesaksian di persidangan. Ia juga dianggap tidak menyesali perbuatannya. Selain itu, perbuatan Bripda Randy ini sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. 

Sedangkan faktor yang meringankan yakni terdakwa belum pernah diproses hukum. Pertimbangan yang meringankan majelis hakim ini dikarenakan Randy berperilaku sopan dan belum pernah dihukum. 

Menurut Sunoto, Bripda Randy terbukti melakukan tindak pidana aborsi. Bukti tersebut di dapat dalam fakta-fakta persidangan. 

Bukti saat saudari Novia meletakkan obat Cytotec dalam alat kelaminnya. Kemudian Randy mendorong obat penggugur kandungan tersebut dengan berhubungan badan menjadi alasan majelis hakim bahwa Randy bersama-sama melakukan tindak pidana aborsi. 

Selain ini, upaya Randy untuk menggugurkan kandungan Novia adalah mentransfer uang sejumlah 2 juta 500 ribu rupiah kepada rekening saksi Ayu. Hal ini menunjukkan ada niat Bripda Randy untuk ikut serta menggugurkan kandungannya.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Meski Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Penasehat Hukum Tetap Lakukan Upaya Banding

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT