Rabu, 30 November 2022
Kriminal

Penipuan Modus Operandi Jual Beli Akun Sosmed di Mojokerto 

profile
Doi

29 Oktober 2022 10:53

1k dilihat
Penipuan Modus Operandi Jual Beli Akun Sosmed di Mojokerto 
Dengan modus jual akun medsos, pria di Mojokerto tertipu jutaan rupiah. (SJP)

KOTA MOJOKERTO – Pria yang merupakan warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto berinisial AY (38) melaporkan peristiwa nahas yang menimpanya ke Polres Mojokerto, yakni penipuan berkedok jual beli akun medsos.

Sebelumnya, AY berniat membeli akun Instagram (IG) ber-follower 105 ribu seharga Rp 900 ribu untuk dijual kembali. 

Celakanya, meski sudah transfer uang hampir Rp 6 juta kepada penjual akun, namun AY tidak juga menerima akun IG yang telah dijanjikan.

Atas apa yang dia alami, AY kemudian mendatangi Satreskrim Polres Mojokerto Kota untuk melaporkan dugaan aksi penipuan yang dialaminya. Kamis siang 29 Oktober 2022 kemarin.

AY bercerita, pada 23 Oktober 2022 lalu, dia membeli akun IG bernama @tiktokpns yang dijual lewat aplikasi Telegram. Akun dengan pengikut 105 ribu itu ditawarkan seharga Rp 900 ribu.

Proses transaksi dilakukan di grup Telegram bernama @shinraijub3l. Dia diminta mentransfer uang ke rekening bersama (rekber) di akun @shinraiforum. 

Uang sudah ditransfer, namun AY kembali diminta mengirim uang karena tidak memasukkan tiga kode. 

”Saya diminta transfer lagi Rp 900 ribu. Padahal yang pertama itu juga sudah masuk,” tuturnya.

Dugaan aksi penipuan itu pun berlanjut. Setelah transfer uang total Rp 1,8 juta, dia kembali diminta mengirim sebesar Rp 2 juta. Uang tersebut sebagai jaminan AY tidak sedang melakukan money laundry.

”Untuk memastikan saya benar-benar pembeli dan akan ditransfer balik,” kata AY.

Semakin jauh AY tertipu, sebab pelaku mengaku tak bisa menstransfer balik uangnya karena akun dompet digitalnya sudah limit. 

AY justru diminta mengirim kembali sebesar Rp 2,1 juta dan menurutinya. Setelah itu, si pelaku mulai sulit dihubungi. 

Uang sebesar Rp 5 juta yang harusnya dikembalikan padanya tak segera dikirim. Yang ada AY justru dikeluarkan dari grup Telegram. 

”Akun medsos IG saya juga diblokir. Jadi akun yang mau saya beli belum diserahkan,” bebernya.

Atas kejadian ini, dia mengalami kerugian total sebesar Rp 5,9 juta. Meliputi Rp 900 ribu untuk pembelian akun dan Rp 5 juta dari uang yang ditransfernya sebanyak tiga kali.

Seluruh transaksi itu dilakukannya melalui rekening Seabank dan diterima oleh rekening bank yang sama atasnama Abdul Rahim.

”Saya sudah kirim surat permohonan blokir ke pihak bank,” ujar dia dengan raut wajah kecewa.

Selama dua bulan terakhir AY memang mulai berbisnis jual beli akun. Rencananya dia akan menjual akun @tiktokpns itu dengan harga Rp 1,2 juta. Namun, rencananya itu kandas karena dirinya justru tertipu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rizki Santoso, mengatakan Jika laporan AY telah diterima, dan telah menjalani pemeriksaan di ruang Unit IV Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

”Yang bersangkutan adalah korban tipu online dengan kerugian Rp 5,9 juta, sedang kami dalami untuk dugaan penipuan online dan sedang dalam penelusuran kami,” ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto.

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Penipuan Modus Operandi Jual Beli Akun Sosmed di Mojokerto 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT