Selasa, 27 September 2022
Kriminal

Polresta Banyuwangi Amankan Mafia Perdagangan Satwa Dilindungi

profile
Ikhwan

08 September 2022 21:47

594 dilihat
Polresta Banyuwangi Amankan Mafia Perdagangan Satwa Dilindungi
Mafia perdagangan satwa liar dilindungi diamankan Polres Banyuwangi. (SJP)

BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi dan BKSDA membekuk mafia perdagangan satwa liar dilindungi.

Ada 363 burung yang diamankan. Dimana 16 ekor diantaranya terdapat 4 jenis burung yang dilindungi.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, dalam kasus ini kepolisian menetapkan seorang tersangka berinisial TDS, warga Sumberberas, Kecamatan Muncar, atas jual beli satwa dilindungi secara ilegal.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 363 ekor burung. 

"Asa 16 satwa dilindungi itu yakni ada empat jenis mulai burung Cucak Hijau, Tangkar Kambing, Cucak Rante dan Sepah Raja. Salah satu burung tersebut berasal dari hutan Alas Purwo," beber Kompol Agus, Kamis (8/9/2022).

Agus menyebut peran tersangka adalah sebagai pemodal dan orang yang memperjualbelikan satwa liar.

"Tersangka kami tangkap saat perjalanan. Ia menjalankan bisnis ilegal itu baru 4 bulan terakhir," bebernya.

Masih Agus harga burung tersebut bernilai antara Rp 2-3 juta khususnya jenis cucak hijau. 

"Jadi nilai ekonomisnya cukup tinggi," sambungnya.

Atas perkara ini, selain menyita ratusan burung, juga mengamankan sejumlah sangkar yang digunakan tersangka untuk sarana jual beli.

"Sedangkan untuk barang bukti baik kategori burung yang dilindungi dan tidak dilindungi kami titipkan ke BKSDA. Untuk selanjutnya akan mengikuti prosedur yang ada di sana," tandas Agus.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 UU nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Polresta Banyuwangi Amankan Mafia Perdagangan Satwa Dilindungi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT