Jumat, 07 Oktober 2022
Lifestyle

Cacha'an, Seni Vokal khas Nelayan Muncar Penyemangat saat Menjaring Ikan

profile
Ikhwan

12 Agustus 2022 23:55

355 dilihat
Cacha'an, Seni Vokal khas Nelayan Muncar Penyemangat saat Menjaring Ikan
Nelayan Muncar, Banyuwangi menjaring ikan sambil melantunkan bunyi-bunyian (Istimewa)

BANYUWANGI - Beranekaragam suara dilantunkan secara harmoni, dengan tempo sedang, cepat dan bersemangat itulah Cacha'an. 

Sebuah seni berupa bunyi-bunyian yang menjadi penyemangat nelayan Muncar, Banyuwangi saat tengah menjaring ikan di lautan.

Ya, cacha'an adalah sebuah seni vokal sederhana tanpa instrumen apapun.

Umumnya seni ini dilakukan nelayan yang bekerja secara berkelompok.

Serupa dengan acapela, bunyi dihasilkan dari suara manusia dengan nada yang beranekaragam menghasilkan harmoni, tempo sedang, cepat dan bersemangat.

Sekilas suara yang terdengar saat seni itu dilantunkan adalah Hanterek en, Andung-andung, Cacha-Cacha.

Uniknya semakin cepat tempo, maka tarikan jaring ikan akan semakin kuat pula.

Ketua Himpunan Nelayan Indonesia Kabupaten Banyuwangi, Hasan Basri mengatakan di Muncar seni itu telah di wariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan kini sudah menjadi tradisi. 

Namun di tahun kapan seni itu ada masih belum diketahui pasti.

"Cacha'an adalah sebuah tradisi sebagai penyemangat nelayan, di tengah laut kalau pas ikan banyak yang tertangkap nelayan kan semangat, nah kemudian tercipta seni tersebut," kata Hasan, Jumat (12/8/2022).

Hasan menyebut bila seni itu hingga kini masih terus lestari. Hari-hari biasa saat melaut nelayan masih banyak yang melantunkan kesenian tersebut.

Di momen besar seperti acara petik laut, seni itu biasanya akan ditampilkan secara berbarengan oleh nelayan. Semakin banyak yang melantunkan akan semakin meriah seni cacha'an tersebut.

Sebagai informasi di tahun 2022 ini petik laut  Muncar akan digelar besok Sabtu (13/8/2022). Para nelayan telah siap menggelar ritual petik laut tersebut.

Ketua Panitia Petik Laut Khairul Imam mengatakan petik laut di tahun ini, sangat istimewa. Di tahun ini petik laut mendorong keharmonisan dan semangat gotong royong antar suku.

"Tema petik laut tahun ini bertajuk 'Kebhinekaan', maka semua kelompok pesisir, seperti para nelayan Bugis, Marlena dan Sakera serta jawa akan beriringan melakukan kirap perahu gitiknya," ujarnya.

Persiapan sudah mencapai 100 persen. Petik laut tahun ini memakan anggaran biaya kurang lebih Rp 150 juta.

"Kurang lebihnya sekitar 150 juta, karena kita rangkai semeriah mungkin. Persiapannya sudah 100 persen, sudah siap di gelar," tandasnya. (*)

Editor : Syahrul 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Cacha'an, Seni Vokal khas Nelayan Muncar Penyemangat saat Menjaring Ikan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT