Minggu, 22 Mei 2022
Lifestyle

Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Bikin 'Formula Ajaib' dari Limbah Buah dan Sayuran

profile
Ikhwan

01 April 2022 19:48

489 dilihat
Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Bikin 'Formula Ajaib' dari Limbah Buah dan Sayuran
Produk formula oleh Ibu rumahtangga di Banyuwangi. (Suara Jatim Post)

BANYUWANGI - Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa sebuah 'formula ajaib' dapat dibuat hanya dengan memanfaatkan limbah buah dan sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Formula ajaib yang memiliki sejuta manfaat itu disebut Eco Enzyme.

Lantas apa Eco Enzyme itu,???

Ya, Eco Enzyme adalah sebuah terobosan dalam pengolahan sampah organik yang dikembangkan oleh Dr Rosukon Poompanvong yang berasal dari negeri Gajah Putih Thailand. 

Idenya sederhana dengan mengolah limbah organik itu menjadi produk baru yang kaya manfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

Ide itu sudah dipopulerkan olehnya sejak tahun 2010 silam dan terus berkembang hingga saat ini. Kendati demikian masih belum banyak masyarakat mengetahui ide tersebut.

Berawal dari pengetahuan itu, seorang Ibu rumah tangga bernama Dessy Darmawati Setyaning Utami (43) asal Kelurahan Kebalenan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi coba menularkan ide itu ke masyarakat luas.

Ia kerab kali terjun ke desa-desa di Banyuwangi untuk mensosialisasikan ide tersebut.

Di rumahnya, wanita yang getol dan berupaya mengatasi problema sampah ini bahkan juga mendirikan bank Eco Enzyme.

"Ide Dr Rosukon adalah bagaimana limbah organik ini dapat dimanfaatkan menjadi produk baru. Saya mengenal teknik ini sejak 2013 dan baru saya jalankan di tahun 2017 hingga saat ini. Untuk bahan saya ngambil dari teman-teman yang usaha jus, limbahnya diberikan ke saya," kata dia, Jumat (1/4/2022).

Manfaat Eco Enzyme, kata dia, begitu banyak. Diantaranya untuk membersihkan alat-alat perabotan rumah tangga, pengobatan luka, bahkan juga pembersih kutu ataupun ketombe.

"Eco Enzyme cairan pembersih yang multifungsi, di antaranya bisa untuk cairan pel, cuci piring, kumur-kumur dan gosok gigi pembersih rambut entah itu kutu maupun ketombe," ujarnya.

Pembuatannya kata dia, begitu sederhana mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun. Pertama limbah buah atau sayur dipilah dan dibersihkan menggunakan air bersih.

Setelahnya bahan itu dimasukkan kedalam wadah lalu dicampur menggunakan air dan gula atau juga molases.

Perbandingannya adalah 1 (gula/molase) : 10 (air bersih) : 3 (bahan organik). 

"Setelah itu difermentasi selama 3 bulan dan cairan baru bisa dipanen atau digunakan. Ini mudah sekali selama masa fermentasi bahan hanya cukup didiamkan. Alternatif yang menarik untuk memanfaatkan limbah kita," ujarnya. 

Dalam proses pembuatannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti bahan, kata dia, ketika ingin memperoleh hasil Eco Enzym dengan aroma buah yang fresh maka disarankan menggunakan buah seperti nanas dan jeruk.

"Sekali pembuatan sangat bagus kalau ada 5 jenis limbah buah. Lebih segar pakai jeruk dan nanas. Ada beberapa buah seperti alpukat dan durian itu tidak bisa digunakan karena cenderung berminyak," kata dia.

Selanjutnya, kata dia, yang perlu diperhatikan juga adalah wadah fermentasi. Harus dipastikan bila wadah itu benar-benar rapat dan tidak boleh sampai kemasukan udara. Karena ketika bahan terkontaminasi udara secara berlebih maka proses berpotensi gagal.

"Tanda proses Eco Enzym berhasil dapat dilihat dari baunya, ketika berhasil  cairannya akan berbau asam seperti cuka apel. Sekali proses bisa didapat kurang lebih 10 liter Eco Enzyme. Kalau gagal baunya akan berbau busuk seperti got," ujarnya.

"Ketika gagal cairan tidak perlu dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Jadi tidak perlu khawatir," imbuhnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Bikin 'Formula Ajaib' dari Limbah Buah dan Sayuran

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT