Senin, 28 November 2022
Lifestyle

Karya Para Legenda Seni Rupa Kota Batu Terbingkai Dalam Artship, Galery Raos

profile
Doi

19 November 2022 23:40

716 dilihat
Karya Para Legenda Seni Rupa Kota Batu Terbingkai Dalam Artship, Galery Raos
Pameran seni rupa bertajuk Artship di Galery Raos, oleh Jala Rupa Syndicate didedikasikan untuk delapan legenda seniman rupa Kota Batu. (Doi Nuri / SJP)

KOTA BATU – Jala Rupa Syndicate dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) apresiasi delapan legenda seni rupa Kota Batu di Galery Raos.

Meskipun dihelat atas dasar tugas mata kuliah Manajemen Pameran, namun belasan mahasiswa yang menamakan kelompoknya Jala Rupa Syndicate ini, serius merampungkan tugas dengan melibatkan para legenda seni rupa Kota Batu.

Adalah almarhum Andri Suhelmi, Djoeari Soebardja, Watoni, Slamet Henkus, Koeboe Sarawan, Bambang BP, Watoni, Fadjar Djunaedi dan Isa Ansori, delapan legenda seni rupa di Kota Batu.

Manajer Program dari Jala Rupa Syndicate, Eko Alif Vernanda memaparkan alasan kelompoknya memamerkan karya para legenda seni rupa di Kota Batu ini, karena perjalanan panjang Pondok Seni yang berdiri sejak 1982, namun masih eksis dan produktif berkarya.

"Pondok Seni bisa kami tafsirkan sebagi motor penggerak seniman seni rupa milenial yang nyata. Bagaimana tidak, bukan hanya ketokohan saja, namun karya beliau tidak bisa berusia tua," ungkap Nanda panggilan akrabnya. Sabtu (19/11/2022) malam.

Nanda menyebutkan, Pondok Seni Batu yang merupakan induk daei Galery Raos, pertama kali digagas dan didirikan oleh almarhum Andri Suhelmi, Djoeari Soebardja, Watoni, Slamet Henkus, Koeboe Sarawan dan dan beberapa anggota lain saat itu.

Poin penting dari pameran Artship, lanjut Nanda, adalah bagaimana literasi tentang sebuah karya dalam sebuah arsip kesenian, terjilid dengan rapi, dan kemudian akan mampir dijadikan tolak ukur sejarah dan inovasi seni rupa.

"Seniman tidak bisa dibaca tanpa karyanya, dan karya tidak nampak tanpa arsip. Selanjutnya menjadikan arsip sebagai bagian penting dari kegiatan seni yang lain di Kota Batu, dan ini akan selalu berlanjut dan sejarah tidak akan hilang, karena masih ada arsip," papar Nanda.

Ditempat yang sama, Kurator Karya pada pameran Artship, Zuhkhriyan Zakaria, menangkap proses pengumpulan arsip oleh Jala Rupa Syndicate yang diberi tajuk Artship, memiliki makna kapal laut.

"Artship dalam laut imajinasi saya adalah sebuah kapal. Kita tahu, bahwa kapal adalah alat transportasi pertama yang ditemukan, sebelum alat transportasi lain untuk mengelilingi dunia," kelakar dosen di Universitas Islam Malang (Unisma) itu.

Berbicara filosofi kapal, masih kata Jack, panggilan akrabnya, kapal yang telah tua akan ditenggelamkan. Sebab tidak lagi istimewa untuk mengarungi samudera.

"Namun yang menjadi luar biasa dari kapal yang ditenggelamkan, maka setiap orang yang ingin melihatnya harus menyelam jauh ke dasar lautan. Dan kapal tua yang masih mampu berlayar, kita harus turut ke tengah lautan untuk menyaksikan kiprahnya. Disinilah poin penting arsip kesenian, yang dengan kreatif diplesetkan menjadi Artship," puji Jack.

Sebagai informasi, karya dari delapan legenda seni rupa Kota Batu, baik yang masih berkarya atau yang telah wafat, semua karya terbaiknya di pamerkan pada gelaran Artship di Galery Raos, sejak hari ini, Sabtu 19 November 2022 hingga Rabu 23 November 2022. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Karya Para Legenda Seni Rupa Kota Batu Terbingkai Dalam Artship, Galery Raos

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT