Selasa, 24 Mei 2022
Lifestyle

Lebaran Ketupat, Begini Asal Usul, Arti dan Sejarahnya

profile
Andy

09 Mei 2022 19:39

414 dilihat
Lebaran Ketupat, Begini Asal Usul, Arti dan Sejarahnya
Ketupat bersama aneka makanan pendamping. (SJP)

MOJOKERTO - Lebaran Ketupat, pertama kali diperkenalkan pada masyarakat Jawa oleh Sunan Kalijaga. Masyarakat pada saat itu memiliki beragam tradisi mulai dari kejawen, Hindu maupun Budha.

Oleh karena itu, Sunan Kalijaga mengakulturasi kebudayaan masyarakat setempat dengan nilai-nilai Islam di dalamnya. Salah satu bentuk akulturasi tersebut yakni, ketupat.

Sang Sunan membudayakan dua bakda usai menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan yakni, bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu setelah lebaran.

Pada dasarnya, kata ketupat merupakan filosofi Jawa dari kata kupat singkatan dari Ngaku Lepat dan Laku papat.

Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Arti dari Ngaku Lepat adalah mengakui kesalahan. Sementara, Laku Papat memiliki arti empat tindakan atau perlakuan.

Bagi adat Jawa, ngaku lepat lebih dikenal sebagai tradisi sungkeman atau silaturahmi.

Sungkem yang dimaksud memiliki banyak arti seperti, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan, pengampunan orang lain dan menghormati orang tua.

Sedangkan, Laku Papat mempunyai empat makna diantaranya, Luberan, Lebaran, Leburan dan Laburan.

Arti lebaran maksudnya berakhir waktu puasa di bulan suci Ramadan.

Sementara, arti Luberan yakni melimpah yang artinya mengajak untuk bersedekah kepada kaum miskin sekaligus mengeluarkan zakat fitrah.

Arti kata Luberan mempunyai maksud lebur atau sudah habis. Artinya, dosa maupun kesalahan dilebur habis.

Hal itu karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan.

Kemudian, makna Laburan berasal dari kata labor yang diumpamakan seperti kapur yang biasa digunakan sebagai penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksud Laburan yakni, manusia dituntut untuk menjaga kesucian lahir dan batin.

Usai hari raya Idul Fitri, masyarakat Jawa masih menunggu hari raya atau Lebaran ketupat yang jatuh pada satu minggu setelah lebaran, tepatnya 9 Mei 2022. (Andy)

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Lebaran Ketupat, Begini Asal Usul, Arti dan Sejarahnya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT