Senin, 28 November 2022
Lifestyle

Sempat Diprotes, Wakil Ketua DPRD Jatim Apresiasi Langkah Ponpes Segoro Agung

profile
Andy

25 September 2022 15:05

633 dilihat
Sempat Diprotes, Wakil Ketua DPRD Jatim Apresiasi Langkah Ponpes Segoro Agung
Dari kiri, Pengasuh Ponpes Segoro Agung KH Agung Bimo Agus Sunarno, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan mantan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat berdiri di depan monumen Garuda Pancasila. (SJP)

MOJOKERTO - Sempat diprotes, akhirnya monumen Garuda Pancasila pun usai diperbaiki. Tak ayal, langkah cepat dan inisiatif Pengasuh Ponpes Segoro Agung, KH Agung Bimo Agus Sunarno ini diapresiasi oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Gus Bimo, ini hal positif yang perlu didukung bersama. Karena sebuah Monumen akan mengingatkan dan menggugah semangat nasionalisme kita,” ungkap politisi senior dari partai berlambang pohon beringin ini.

Lebih lanjut, Sahat Tua Simanjuntak menyampaikan, walau monumen Garuda Pancasila ini sempat mengalami kontroversi dalam pembangunannyai.

Namun langkah cepat untuk memperbaiki kepala Garuda sehingga menghadap ke sebelah kanan dan sekarang monumen itu telah sesuai dengan simbol dari negara Indonesia.

“Saat ini kan sudah menghadap ke sebalah kanan. Namun yang perlu kita angkat adalah semangat beliau untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara, itu sebagai tanda kalau gus Bimo sangat peduli dan mencintai NKRI” jelas Sahat Tua Simanjuntak.

Menurut Sahat Tua Simanjuntak, Trowulan bukan hanya sebuah kecamatan di Mojokerto namun ada sebuah nilai sejarah yang luar biasa.

Baginya, Majapahit tidak hanya sebuah Negara Besar, namun dari Trowulan inilah berdiri gagah kerajaan yang menyatukan Nusantara. 

"Disini (Trowulan) adalah sebuah tempat yang pernah lahir sebuah negara besar, yakni Majapahit yang mempersatukan Nusantara," ungkap Sahat saat di wawancarai awak media di Pondok Segoro Agung Trowulan, Jumat 23 September 2022 selumbari.

Menurutnya sampai saat ini belum ada tetengger (petanda) monumen yang mengingat akan sebauh nilai kebesaran kerajaan Majapahit. 

"Kita mencoba mereview kembali perjalanan sejarah kebangsaan yang dimulai Majapahit. Bagaimanan Majapahit menjadi kunci utama bersatunya sebuah negara," ucapnya. 

Pria berdarah batak ini mengapresiasi apa yang dilakukan KH Agung Bimo Agus Sunarno dengan membangun monumen Garuda Pancasila.

Menurutnya, membangun monumen mengingatkan Indonesia akan sebuah nilai kebangsaan yang menggugah semangat patriotisme. 

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kiai Bimo, ini hal positif yang perlu didukung bersama. Karena sebuah Monumen akan mengingatkan dan menggugah semangat nasionalisme kita," terangnya. 

Walaupun sempat mengalami kontroversi dalam pembangunan monumen Garuda Pancasila ini. Namun langkah cepat untuk memperbaiki kepala Garuda sehingga menghadap ke sebelah kanan. 

"Saat ini kan sudah menghadap ke sebalah kanan. Namun yang perlu kita angkat adalah semangat beliau untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," tandasnya. 

Sementara itu, KH Agung Bimo Agus Sunarno mengungkapkan Monumen Garuda Pancasila Trowulan tak hanya membangun sebuah monumen.

Namun memvisualisasikan nilai-nilai Pancasila untuk menggugah semangat Nasionalisme. 

"Monumen Garuda Pancasila bukan hanya sebuah bentuk bangunan, namun sebuah nilai sejarah akan lahirnya sebuah bangsa besar," ungkap Kiai Bimo. 

Ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. "Ini adalah bentuk cinta kasih kami kepada negara," tandasnya. 

Pihaknya tidak ada niatan mencederai atau merubah lambang negara. Namun ia berkeinginan untuk mengangkat sebuah sejarah yakni lahirnya nilai pancasila dari tanah Majapahit. 
 
Selain itu, dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, tertulis juga adanya toleransi kehidupan beragama, khususnya agama Budha dan Hindu di zaman tersebut. 

"Istilah Pancasila sebenarnya telah dikenal sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit," pungkasnya.

Nampak hadir juga, mantan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Sempat Diprotes, Wakil Ketua DPRD Jatim Apresiasi Langkah Ponpes Segoro Agung

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT