Rabu, 07 Desember 2022
Lifestyle

Tutup Bulan Safar, Warga Situbondo Memasak dan Makan Tajin Polor Bersama

profile
Sarwo

24 September 2022 16:55

561 dilihat
Tutup Bulan Safar, Warga Situbondo Memasak dan Makan Tajin Polor Bersama
Camat Asembagus saat makan tajin polor bersama warga (Sarwo/Sjp)

SITUBONDO - Memasak dan makan secara massal tajin polor dalam mengakhiri bulan Safar. Tradisi ini dilakukan oleh warga Dusun Utara, Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Situbondo setiap satu tahun sekali.

Tradisi unik, membuat adonan dan memasak secara massal serta berbagi bahkan makan bersama yang digelar pada Jumat malam 2022, dihadiri ratusan warga sekitar.

Sajian tajin polor ini, tradisi yang paling ditunggu tunggu oleh warga. Selain rasanya manis dan kenyal, kuliner khas ini hanya ada satu tahun sekali.

Penampilan tajin safar ini cukup unik, karena didalam kuah santan kental dan ketan terdapat bola warna warni yang kenyal dan toping agar agar hijaupun menjadi pelengkap sajian tahunan yang dibagikan secara gratis kepada warga.

Seiniye salah satu warga menjelaskan, warga Situbondo menyebut tajin safar ini tajin polor atau tajin lak olak.
Rasanya gurih, manis dan nikmat karena perpaduan santan dan gula.

"Ini sudah tradisi dari tahun ke tahun saat mengakhiri bulan safar yang kita buat bersama, memasak bersama dan makan bersama. Bahannya sederhana Tajin polor ini berbahan seperti tepung ketan , gula dan kuah santan kental,"jelasnya.

Cara pembuatannya cukup mudah, tutur Seiniye, adonan tajin polor yang terdiri dari 10 kilogram ketan, gula dan santan kelapa serta tepung kanji dimasak dengan api sedang.

"Adonan ketan dipola bulat bulat, siapkan kuah santan secukupnya dan bahan tersebut dipanaskan dengan api sedang agar mendidih hingga bola bola mengambang, kemudian tambahkan gula dan adonan tepung kanji, agar kuah santan kental dan kenyal, lalu tajin polor siap disajikan dan dibagikan,"tuturnya.

Sementara itu, Camat Asembagus Sigit Susetyo Raharjo mengatakan, banyak masyarakat membuat dan menyajikan tajin polor atau adonan tepung ketan dengan pola bulat bulat, salah satunya yang digelar di Dusun Utara, Desa Perante, setelah bersih bersih kampung pada bulan safar ini.

"Setelah seluruh warga membersihkan kampung, maka akan ada sajian tajin sapar atau yang biasa disebut tajin polor warga Asembagus, sekaligus sebagai tradisi di bulan safar. Uniknya, mereka secara swadaya memasak bersama dan malamnya makan bersama sama. Rasanya enak gurih maknyus,"kata Sigit. (Sarwo)

Editor : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tutup Bulan Safar, Warga Situbondo Memasak dan Makan Tajin Polor Bersama

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT