Sabtu, 29 Januari 2022
Pemerintahan

APBD Trenggalek Terkena Recofusing Imbas Penanganan Covid-19

profile
Tatang

20 Maret 2021 18:35

26 dilihat
APBD Trenggalek Terkena Recofusing Imbas Penanganan Covid-19
Ilustrasi APBD (istimewa)

TRENGGALEK - APBD Trenggalek tahun 2021 berkurang imbas fokus pemerintah menangani COVID-19. Penyesuaian APBD tahun 2021 melalui recofusing ini sendiri telah diteken oleh DPRD Trenggalek. 

Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam meminta pihaknya untuk bisa mengelola, menghemat, dan menggunakan secara hati - hati APBD yang telah dilakukan recofusing tersebut. 

"Informasi dari Bakeuda,  anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 tahun 2021, memerlukan anggaran  sebesar Rp 105 milyar," kata Samsul Anam, pada Sabtu (20/3/2021). 

Dimana dari recofusing ini dikatakan Samsul, ada pengurangan di dana alokasi umum (DAU) sebanyak 8 persen untuk penanganan COVID-19. Hal itu didasarkan pada surat edaran terbaru dari pusat ke daerah, dari informasi yang disampaikan Bakeuda

"Untuk rasionalisasi di OPD akan di koreksi kurang lebih 50 persen. Sekarang masih dalam proses refocusing di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD)," ucapnya. 

Sementara itu Sekretaris Daerah Trenggalek Joko Irianto menjelaskan, pemerintah daerah bakal kembali melakukan refocusing anggaran APBD tahun 2021 sebesar Rp 105 milyar. Refocusing tersebut akan dilakukan untuk penanganan wabah Covid-19 tahun ini, sesuai perintah pemerintah pusat.

"Tetapi kita masih mencari darimana anggaran itu akan diambil," kata Joko Irianto  Sekretaris Daerah Trenggalek, (20/3/2021)

Sedangkan DAU dari pusat sendiri telah di potong 8 persen yaitu sebesar Rp 27 milyar. Itulah yang akan segera dibahas selama satu bulan kedepan. Anggaran tersebut untuk penanganan kesehatan seperti operasional Rumah Sakit, RS Darurat Covid-19, dan operasional dana Covid-19, serta penanganan pendisiplinan masyarakat.

"Jika nanti Covid-19 terus semakin menurun, maka anggaran tersebut bisa kita pakai dalam perubahan PAK," jelasnya.

Lebih lanjut kata Joko, APBD tahun anggaran 2021 sekarang telah disepakati tersisa kurang lebih sekitar Rp 1,8 triliyun. Jumlah tersebut dikurangi  sebesar Rp 105 Milyar untuk refocusing. Ditambahkannya  tahun ini ada instruksi bahwa anggaran infrastruktur tidak akan diganggu. 

Maka dari itu sekarang Pemkab  mencari jalan keluar, bagaimana untuk mencari celah agar anggaran infrastruktur bisa aman. 

"Salah satunya dengan melakukan pemangkasan  kegiatan rutin yang tidak terlalu mendesak," pungkasnya. (Tatang) 

 

Tags
Anda Sedang Membaca:

APBD Trenggalek Terkena Recofusing Imbas Penanganan Covid-19

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT