Rabu, 19 Januari 2022
Pendidikan

Balangguan Situbondo Jejak Terakhir Kadipaten Balumbung Majapahit

profile
Admin

23 September 2020 19:18

325 dilihat
Balangguan Situbondo Jejak Terakhir Kadipaten Balumbung Majapahit
ades Imam Anshori (kiri) dengan sampel batu bata di Dusun Balangguan.

SITUBONDO - Kepala Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Imam Anshori menyebutkan adanya jejak Kerajaan Majapahit di wilayahnya. Hal itu dipaparkan pada penelusuran jejak sejarah pada Rabu (23/9/2020) sore di Dusun Blangguan.

 

Bersama pegiat sejarah lokal, Prayudho B. Jatmiko dan ahli cagar budaya pratama, Irwan Kurniadi alias Irwan Rakhday, Imam meminta konfirmasi pada sejumlah warga dusun setempat terkait  sebaran artefaktual di ladang.

 

"Seorang warga kami Bu Asri menyodorkan 5 uang gobog Cina yang ditemukan di ladang serta sampel bata kuno berukuran panjang 40 cm dan lebar 20 cm, juga sejumlah fragmen keramik Cina," ucap Imam.

 

Menurut Imam, itu belum seberapa dengan temuan-temuan artefak lainnya sejak puluhan tahun silam  di lokasi yang menjadi target pemburu liar dari luar kota.

 

Sementara itu Prayudho menganilisis toponimi dalam mengidentifikasi penamaan lokasi yang terdapat banyak tinggalan arkeologis tersebut.

 

"Balumbungan atau Balumbung , demikian beberapa pegiat sejarah menyebut, banyak dipersamakan dengan Blambangan. Namun jika kita tilik pada kartografi kuno dan beberapa literatur lainnya, maka kita akan tahu bahwa posisi serta timeline Blambangan berbeda dengan Balumbungan.  Balumbung dalam kartografi tertua Eropa yang bisa kita lacak, terletak di sekitar Desa Sumberwaru dengan tinggalan toponim sebuah dusun bernama Balangguan," jelasnya.

 

Toponim Balangguan, sambung Prayudho, memiliki kedekatan penyebutan dengan Balumbungan yang oleh penjelajah Eropa disebut sebagai dengan Balamboam.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Irwan bahwa  di sekitar Balangguan terdapat berbagai jejak temuan hunian kuno yang mengisyaratkan wilayah tersebut merupakan hunian lama.

 

"Informasi temuan peralatan perang era kerajaan, juga temuan koin gobog era dinasti Ming, fragmen keramik maupun yang utuh, tembikar, peralatan dari batu  dan struktur bata serta yang diidentikkan dengan lini masa tersebut, kerap jadi kisah panjang selama puluhan tahun. Benda-benda tersebut umumnya ditemukan saat warga membajak sawah. Namun tak jarang juga para pemburu barang antik membawa metal detector," ungkap Irwan.

 

Dipaparkan pula bahwa Balumbung atau Balumbungan memiliki status istimewa bagi kerajaan Majapahit terutama pada era Hayam Wuruk. Sebuah kutipan dalam Kitab Negarakertagama pupuh 28 ayat 1, menyebutkan: Balumbungandelan ika karuhun, yang artinya Balumbung(an) kepercayaan sang Baginda. 

 

"Yang dimaksud bisa pemimpin Balumbung(an) adalah orang kepercayaan baginda Hayam Wuruk dan ini linier dengan wilayah tersebut merupakan kepercayaan atau andalan sang Nata," pungkasnya. (Sarwo Edy)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Balangguan Situbondo Jejak Terakhir Kadipaten Balumbung Majapahit

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT