Kamis, 27 Januari 2022
Lifestyle

Bangkitkan Budaya Panji di Bumi Majapahit, Sejumlah Event Disiapkan

profile
Andy

10 September 2021 06:26

77 dilihat
Bangkitkan Budaya Panji di Bumi Majapahit, Sejumlah Event Disiapkan
Caption : Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat melihat budaya Panji bersama mahasiswi Unesa

KOTA MOJOKERTO - Bangkitkan budaya Panji di Bumi Majapait, Wali Kota Mojokerto siapkan sederetan event yang rencananya akan dilangsungkan tahun 2022 mendatang. Pemkot Mojokerto akan mengadakan lomba mural panji serta pagelaran panji. Melalui kerjasama dengan Bank Indonesia maupun instansi terkait, Pemkot Mojokerto akan melakukan sarasehan budaya panji.

"Harapan kita, Festival Panji Internasional bisa terselenggara di Kota Mojokerto sebagai bagian dari Bumi Majapahit. Karena Kerajaan Majapahit punya andil besar menyebarkan dan mempopulerkan cerita panji ini hingga ke mancanegara. Sehingga akhirnya diakui sebagai warisan Ingatan Dunia oleh Unesco," ujarnya.

Dalam masa kepemimpinannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini terus berusaha menjadikan Spirit of Mojopahit sebagai kekuatan. Diharapkan kertika orang berbicara tentang Kota Mojokerto, pasti akan ingat Kerajaan Mojopahit. Membicarakan Kerajaan Mojopahit ingat Kota Mojokerto.

"Ini sebagai 'little of miracle', sebuah keajaiban kecil dari Mojokerto. Kekuatan merek yang akan dibangun untuk destinasi wisata. Ke depan, kami terus membangun keunggulan kompetitif daerah sebagai aktor penggerak bisnis," katanya.

Selain itu, Spirit of Mojopahit, menjadi satu kekuatan dimana Kerajaan Mojopahit tumbuh hingga mencapai 200 tahun lebih. Bagaimana memaknai dan membangkitkan kejayaan Mojopahit, menjadi kejayaan yang terus bersinar di masa kini dan masa yang akan datang.

Spirit of Majapahit terasa kental saat melintas di koridor rumah rakyat, Jalan Hayam Wuruk Nomor 50, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (5/9/2021).

Rumah Rakyat Kota Mojokerto ini disulap menjadi lokasi pameran budaya yang memajang puluhan topeng panji koleksi dari Museum Gubug Wayang Mojokerto.

Selain dipamerkan dalam wujud patung, topeng karakter tokoh pewayangan dalam lingkup budaya panji ini juga dipamerkan dalam etalase kaca yang cantik.

Diantaranya, topeng  Dewi Ragil Kuning, Kudapati, Panji Inukertapati, Dewi Tejaswari, Bapang, Raja Klana, Ratu Jawa, Dewi Kili Suci, Dewi Sekartaji, Asmarabangun, Dewi Reni dan Gunung Sari.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan pameran ini merupakan bagian dari upaya Kota Mojokerto dalam menjaga warisan budaya yang ada di Jaman Majapahit yaitu Panji.

Karena sejak tahun 2017, berbagai naskah manuskrip cerita Panji telah dimasukkan oleh Unesco kedalam Warisan Ingatan Dunia.

"Ini menjadi kewajiban kita untuk bisa melestarikan kebudayaan Panji yang sudah di akui dunia. Maka dari itu Kota Mojokerto sebagai bumi majapahit akan berkomitmen tinggi untuk melestarikannya. Sebab Panji adalah sebuah kisah abadi yang lestari hingga masa kini maupun masa yang akan datang," ujarnya.

Ning Ita menjelaskan, jika cerita-cerita Panji mencapai kepopuleran di era Majapahit, dan mendapat posisi didaktik yang tinggi. Sehingga sejumlah candi peninggalan kerajaan Majapahit berhiaskan relief yang mengabadikan tidak hanya epik cerita dari India, seperti Ramayana dan Mahabharata, namun juga kisah-kisah dari lingkup cerita Panji maupun yang sezaman.

"Ini bukan hanya klaim sepihak, tapi memang fakta berdasarkan catatan sejarah. Dan itu dibuktikan dari peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit yang memiliki korelasi erat dengan cerita maupun budaya panji yang diperingati setiap bulan September," tukasnya.

Ia juga ingin mendeklarasikan kebangkitan budaya panji di Bumi Majapahit. Dan pameran panji di Rumdin kali ini merupakan langkah awal untuk menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kota Mojokerto yang mengusung slogan 'Spirit Of Majapahit' dalam menjaga warisan budaya panji.

"Kota Mojokerto menjadi bagian dari sejarah Bumi Majapahit. Sehingga jika nanti ada event tentang Budaya Panji maka Kota Mojokerto siap ikut aktif dalam pengembangannya," tukasnya.

Menurut Ning Ita, Mojokerto dalam hal ini adalah Mojokerto Raya merupakan dua wilayah dengan potensi yang sangat besar.

"Bukan Terjebak pada kabupaten atau kota. Tapi Kabupaten dan Kota yang menjadi satu kesatuan. Sehingga seluruh sektor dan kekuatan terbaiknya memerlukan sinergi dan kolaborasi," ucapnya.

Sejak era Majapahit

Seperti yang dikutip dalam BBC, Kumpulan cerita Panji sejatinya dituturkan sejak jaman Kerajaan Majapahit. Seiring berjayanya kerajaan itu, cerita Panji pun menyebar ke berbagai daerah.

"Cerita Panji populer sejak abad ke-13 kemudian menyebar ikut dengan Majapahit ke Bali, Lombok, dan Sulawesi Selatan. Cerita itu lalu menyeberang ke Malaysia. Di sana namanya hikayat. Kemudian cerita itu sampai ke Thailand, namanya Inao," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wardiman Djojonegoro.

Penyebaran kisah panji ke mancanegara sejak berabad lalu diamini Nooriah binti Mohamed, peneliti budaya Jawa dari Universitas kebangsaan Malaysia.

Menurutnya, berdasarkan teks sejarah Melayu atau the Malay Annals, penyebaran kisah Panji ke Tanah Melayu dimungkinkan berkat perkawinan Raja Malaka, Sultan Mansyur Syah, dengan putri raja dari Majapahit.

"Srkarang ini masih ada keturunan Jawa di Malaysia. Mereka meneruskan budaya dan bahasa dari leluhurnya. Dalam hal ini, cerita Panji menjadi tradisi verbal yang diteruskan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi," kata Nooriah.

Jejak cerita Panji di sejumlah daerah dapat ditelusuri melalui naskah-naskah kuno. Peneliti naskah-naskah ini adalah Roger Tol dari Universitas Leiden, Belanda.

Dia mengatakan terdapat lima manuskrip cerita Panji di Perpustakaan Negara, Malaysia; satu naskah di Perpustakaan Kamboja; 76 naskah di Perpustakaan Nasional, Indonesia; dan 250 naskah di Perpustakaan Leiden, Belanda.

"Naskah-naskah ini ditulis dalam bahasa setempat. Di Indonesia, misalnya, ada dalam bahasa Bugis, Jawa Kuno, Aceh. Kemudian bahasa Khmer di Kamboja dan bahasa Melayu di Malaysia. Yang tertua kami temukan itu dari tahun 1725, bahannya daun lontar," kata Tol. (Adv)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bangkitkan Budaya Panji di Bumi Majapahit, Sejumlah Event Disiapkan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT