Kamis, 27 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Begal Payudara Mengancam Warga Jember, Sudah Ada 8 Korban yang Lapor

profile
Rochul

12 September 2021 17:34

242 dilihat
Begal Payudara Mengancam Warga Jember, Sudah Ada 8 Korban yang Lapor
Ilustrasi begal Payudara (istimewa)

JEMBER - Teror begal payudara mengancam warga Desa Sidomukti, Jember. Sudah ada sejumlah kasus begal payudara menyasar perempuan di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Jember.

Kepala Desa (Kades) Sidomukti Sunardi Hadi, pelaku begal payudara itu menyasar perempuan dengan kisaran usia 20 - 40 tahun. Kemudian dalam melakukan aksinya, kata Hadi, pelaku mencari jalanan sepi, dan tanpa melihat waktu.

"Pelaku itu dari laporan warga saya, menjalankan aksinya saat di jalan sambil naik motor. Jadi saat korban melintas di jalanan sepi desa yang jauh dari pemukiman. Korban dipepet dan dipegang, maaf itunya (payudara) oleh pelaku, perus kabur," kata Hadi, Minggu (12/9/2021).

Aksi yang dilakukan pelaku, kata Hadi, baru diketahui setelah ada salah seorang korban yang berprofesi sebagai guru melapor kepadanya.

"Dari informasi yang saya kumpulkan, kejadiannya sudah berlangsung sejak sebulan yang lalu. Sayangnya warga saya tidak ada yang mau melapor. Baru kejadian Sabtu (11/9) kemarin, sekitar pukul 7 pagi itu seorang ibu guru SD di desa kami yang lapor ke saya," ungkapnya.

"Kemudian kami (perangkat Desa Sidomukti), berusaha menelusuri dan diketahui ada 8 korban perempuan. Modusnya sama dengan lokasi yang sama, kecuali ada satu orang korban perempuan yang lokasinya beda," Imbuhnya.

Dalam melakukan aksinya, lanjut Hadi, pelaku memiliki ciri tidak memakai helm saat melakukan aksinya dan setelah melakukan begal payudara itu, terkesan mengejek korbannya sambil berlalu.

"Pelaku ciri-ciri pakai jaket jumper, tidak pakai masker. Umur kisaran 25 tahun. Terkadang tudung jaket jumpernya dipakai. Tapi mudah dikenali wajahnya kata korban," jelasnya.

"Kemudian setiap melakukan aksinya, kata korban ini, selalu mengejek. Bahkan ada yang sampai diludahi wajah korbannya itu. Mungkin punya kelainan pelaku ini," sambungnya.

Ia dan warga juga sempat memviralkan kasus tersebut ke media dan melaporkannya kepada kepolisian.

"Tujuannya agar warga kami berhati-hati. Tapi ya selain itu, kita berusaha mengajak korban agar mau melapor ke polisi agar kasus ini tidak terus terjadi. Alhamdulillah dari 8 korban, 4 diantaranya lapor ke polisi kita dampingi. Semoga pelaku tertangkap," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution mengaku sudah menerima laporan warga yang mengaku jadi korban.

"Saat ini informasi itu sudah kami terima. Tapi kami memang menyayangkan, ramai dibahas di medsos dulu tidak segera lapor ke kami," kata Bejul.

Namun demikian, kata Bejul, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk segera melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

"Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan pelaku ini warga desa sebelah. Diduga pelaku ini punya kelainan. Untuk korban saat ini ada 8 orang, mungkin saja bertambah. Tidak segera lapor mungkin karena takut dan malu karena yang mereka alami," pungkasnya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Begal Payudara Mengancam Warga Jember, Sudah Ada 8 Korban yang Lapor

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT