Rabu, 26 Januari 2022
Pemerintahan

Begini Penjelasan DTPHP Malang Soal Kendala Distribusi Pupuk Bersubsidi Tahun 2021

profile
Senopati

14 Januari 2022 16:51

48 dilihat
Begini Penjelasan DTPHP Malang Soal Kendala Distribusi Pupuk Bersubsidi Tahun 2021
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Ir Budiar Anwar.

MALANG, - Pendistribusian pupuk bersubsi di Kabupaten Malang tahun 2021, ditemukan kendala di lapangan bukan, karena kelangkaan pupuk namun karena beberapa kios yang ada di wilayah telat dalam menebus pupuk.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulturan dan Perkebunan Kabupaten Malang Budiar Anwar yang membenarkan adanya kendala di lapangan, namun bukan kelangkaan.

"Jadi distribusi pupuk bersubsidi di tahun 2021 kemaren tidak ada kelangkaan, dan hal tersebut dibuktikan dengan data realisasi penyaluran distribusi pupuk bersubsi tahun 2021 yang mencapai 76 persen, namun dari laporan yang kami terima bukan kelangkaan pupuk tapi kendala ada pada kios telat dalam menebus pupuk untuk petani," kata Budiar Anwar. Jumat (14/1/2022).

Dari data realisasi distrubusi pupuk bersubsidi tahun 2021, Pemkab Malang menyiapkan berbagai jenis pupuk sebanyak 152.217,01 ton selama satu tahun.

"Dan pada pelaporan sampai akhir bulan desember 2021 kemaren permintaan pupuk bersubsidi mencapai 116.769,36 ton dengan persentase 76,71 persen per tahun, jadi dengan data tersebut Pemkab Malang tidak ada kelangkaan pupuk bersubsi di tahin 2021 kemaren," jelas Budiar Anwar.

Untuk rencana difinitif kebutuhan kelompok (RDKK) tahun 2021, total penerima pupuk bersubsidi sesuai nomor induk kependudukan (NIK) mencapai 239.589 NIK dengan luas tanam 427.499 hektar.

"Untuk tahun 2021 kemaren kami mendistribusikan pupuk bersubsi sebanyak 239.589 NIk dengan luas total lahan yang membutuhkan pupuk seluas 427.499 hektar. Untuk penerima pupuk tersebut, kami mengacu pada NIK karena itu syarat bagi petani apabila ingin membeli pupuk bersubsidi pada kios-kios disetiap wilayah kecamatan sudah ada," beber Budiar.

Budiar melanjutkan, untuk RDKK dan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022 di Kabupaten Malang, pihaknya telah memiliki data e RDKK agar nantinya pendistribusian pupuk tidak mengalami kendala.

"Dari data yang masuk melalui e-RDKK, alokasi tahun 2022 ada sekitar 226.956 NIK penerima dengan jumlah luas lahan 364.474 hektar dengan kebutuhan 156.471 ton pupuk dan 4.694 liter pupuk cair," tandas Budiar.

Budiar berharap di tahun 2022 pendistribusian pupuk tidak ada kelangkaan maupun kendala-kendala yang lain.

"Harapan kami pendistribusian pupuk bersubsidi tahun 2022 ini tidak ada mengalami kendala, karena distribusi pupuk sangat erat dengan hasil panen para petani. Semoga semuanya lancar dan petani kita dapat memanen hasil pertaniannya sesuai harapan," pungkas Budiar Anwar.(nes)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Begini Penjelasan DTPHP Malang Soal Kendala Distribusi Pupuk Bersubsidi Tahun 2021

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT