Jumat, 28 Januari 2022
Ekonomi

Bercocok Tanam Dimasa Pandemi untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga

profile
Admin

05 November 2020 22:53

169 dilihat
Bercocok Tanam Dimasa Pandemi untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga
Sosialisasi Dinas Ketahanan Pangan Lumajang ke ibu - ibu

LUMAJANG – Kebiasaan bercocok tanam sayur dan buah – buahan di tengah masyarakat Lumajang memanfaatkan pekarangan kosong disambut baik oleh dinas terkait.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Hertutik mengatakan jika hasil panen sayur dan buah-buahan dari pekarangannya, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19 ini.

 

“Maka dari itu, kami menyelenggarakan kegiatan pelatihan Olahan Makanan Berbasis Inovasi, kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Kecamatan Pasrujambe dan Kecamatan Senduro, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2020 Bidang Ketenagakerjaan,” katanya.

 

Kegiatan ini lanjut Hertutik, untuk menambah keterampilan dari para ibu-ibu rumah tangga. Supaya dapat meningkatkan penganekaragaman pangan dengan mengurangi konsumsi beras dan terigu. Dengan kata lain, keluarga diminta untuk meningkatkan konsumsi aneka produk berbasis pangan lokal seperti umbi, buah, sayuran serta pangan hewani.

 

“Kegiatan ini masih sinergi dengan program pemanfaatan pekarangan, yaitu Cekatan Tandur Nang Latar (Cetar). Sebab dengan keluarga mengolah hasil pekarangan, maka mereka dapat mengambil manfaat dan dapat menyajikan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal tadi,” ucapnya.

 

Program Cetar ini, kata Hertutik bukan program baru, namun pengembangan dari program sebelumnya yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang pada tahun ini dikemas dengan nama Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

 

“Memang di Kabupaten Lumajang masih rendah belum bisa memenuhi standar ideal, sebab skor pola pangan harapan , masih 91,58 belum 100, itu dikarenakan rendahnya masyarakat yang konsumsi buah dan sayur,” imbuhnya.

 

Sedangkan menurut Kepala Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Sugianto, kepada media ini juga menyampaikan kalau kegiatan pelatihan dari Dinas Ketapang ini sangat bagus demi menunjang pola pikir inovasi dari masyarakat Desa Pasrujambe dan sekitarnya dalam ikut meningkatkan ketahanan pangan keluarga berbasis sumber daya lokal ini.

 

“Kegiatan ini jelas sangat bermafaat bagi warga desanya, sebab semasa pandemi Covid-19 ini, masyarakat lebih banyak meluangkan waktunya mengolah sumber daya lokal menjadi produk olahan yang sangat bermanfaat dan meningkatkan pendapatan mereka,” ungkap Sugianto.

 

Beberapa jeni produk olahan yang sudah dinikmati adalah seperti sambel teropong yang bahan bakunya melimpah ruah di Desa Pasrujambe yaitu bawang daun. Bawang daun ini merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Dalam masakan Indonesia, bawang daun bisa ditemukan misalnya dalam martabak telur, sebagai bagian dari sup, atau sebagai bumbu tabur seperti pada soto, namun di Desa Pasrujambe, kata Sugianto malah dibuat sambal yang mempunyai cita rasa nikmat.

 

“Awalnya ada 11 ribu polibag, dan masa mendatang sudah disiapkan 75 ribu polibag di sejumlah rumah tangga,” ujarnya lagi.

 

Dan dari sisi pemasaran, Sugianto sudah menyiapkan wadah untuk menampung semua produk-produk UMKM di Desa Pasrujambe melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lestari Semeru.

 

“Kami sebagai Pemerintah Desa sudah siap memapung semua produk-produk olahan dari para pelaku UMKM, seperti sambel teropong, olahan Ubi Madu, bahkan saya ingin sepeeti produk kopi rabusta organik yang sudah booming di luar kota bahkan akan ke luar negeri,” tukasnya.

 

Sementara itu, seorang peserta pelatihan ini, Evi, menyatakan jika kegaiatan ini sangat bermanfaat sekali. Sebab dirinya bisa mempraktekan produk olahannya dan mendapatkan dukungan dari pihak dinas terkait.

 

“Semoga kedepan, bukan hanya produk sambel teropong saja yang mendapatkan perhatian, mungkin produk olahan lainnya bisa diperhatikan agar mendapat tempat dihati masyarakat untuk dinikmati sebagai pangan olahan yang bersumber dari sumber daya lokal,” pungkasnya. (fuad)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bercocok Tanam Dimasa Pandemi untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT