Sabtu, 22 Januari 2022
Kriminal

Berlagak Sosialita, Pasutri Kibuli Sejumlah Hotel Mewah di Banyuwangi

profile
Ikhwan

05 Februari 2021 22:09

1.4k dilihat
Berlagak Sosialita, Pasutri Kibuli Sejumlah Hotel Mewah di Banyuwangi
Polresta Banyuwangi mengamankan pasutri

BANYUWANGI - Pasangan suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Jember terpaksa harus mendekam di Mapolresta Banyuwangi. Pasutri ini melakukan penipuan ke sejumlah hotel yang ada di Banyuwangi, yang berujung laporan ke polisi.

Pasutri berinisial AA (35) dan AJP (34), warga Desa Sumbersari, Jember membayar biaya penginapan hotel di Banyuwangi, menggunakan billing hotel fiktif dan bukti transfer palsu. Penipuan itu dilakukannnya lantaran ingin bergaya hidup hedonis atau sosialita dengan menikmati fasilitas hotel mewah.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, sebelum tertangkap keduanya sempat melarikan diri. Namun upaya kaburnya pasutri ini terendus polisi dan berhasil diamankan di sebuah rumah di Desa Panongan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 29 Januari 2021. 

"Yang bersangkutan sempat melarikan diri ke Cirebon hingga berhasil diamankan pada 29 Januari 2021 lalu," ucap Arman saat memimpin rilis di Mapolresta Banyuwangi, pada Jum'at (5/2/2020).

Arman menceritakan, kronologi bermula saat kedua tersangka memesan hotel yang akan menjadi sasaran melalui WhatsApp. Tersangka memesan hotel menggunakan nama samaran. Bahkan pasutri ini mengaku juga menyewa jasa desain mengedit bukti transfer.

"Awalnya saya berkinginan menginap di hotel tapi uangnya belum cukup. Setelah itu timbul fikiran untuk mengedit bukti transfer, dan saya meminta tolong jasa desain untuk mengedit," kata tersangka AA (Suami) kepada Kapolresta Arman dan awak media.

Dalam memuluskan aksi liciknya ini, AA dan istrinya dibantu tersangka KN (32) jasa desain asal Bekasi untuk mengedit billing hotel dan resi transfer palsu.

"Saya hanya menjual jasa iklan dan desain. Kemudian oleh AA saya dihubungi dan diminta untuk mengedit struk, saya dibayar 100 ribu untuk tiga kali editan. Dan sudah 50 kali editan. Setelah itu putus kontak," ucap KN dengan raut wajah menyesal.

Arman menyebutkan, billing dan resi transfer yang sudah diedit itu ditunjukkan ke pihak hotel, seolah-olah sudah dibayarkan melalui transfer bank.

Masih Arman, Setidaknya ada tiga hotel di Banyuwangi yang menjadi korban aksi tipu-tipu ini. Sehingga sejumlah hotel itu mengalami kerugian hingga puluhan juta.

"Hasil pemeriksaan, ketiganya mengaku telah melakukan aksi penipuan sebanyak 50 kali, sejak tahun 2018. saat ini kepolisian tengah melakukan pengembangan kasus ini. Untuk mengetahui apakah modus seperti ini dilakukan tersangka di kota lain," tuturnya.

Arman menambahkan, dari tangan tersangka Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, 5 lembar screenshot resi bukti transfer fiktif, 13 lembar screenshot percakapan WhatsApp, 1 lembar fotocopy rekening koran bank, 7 lembar bukti reservasi hotel dan bukti tagihan/billing, 2 lembar rekening giro bank,7 bendel struk tagihan belanja restoran, 2 bendel registrasi hotel, 1 lembar daftar kerugian salah satu hotel, 3 KTP tersangka, 1 unit laptop, 1 buah modem, 2 buah kartu ATM, 1 buah buku tabungan bank, dan dua unit handphone. (*)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Berlagak Sosialita, Pasutri Kibuli Sejumlah Hotel Mewah di Banyuwangi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT