Rabu, 26 Januari 2022
Ekonomi

Bisnis Salad Buah yang Hasilkan Cuan Puluhan Juta Saat Pandemi

profile
Rochul

22 Agustus 2021 10:56

188 dilihat
Bisnis Salad Buah yang Hasilkan Cuan Puluhan Juta Saat Pandemi
Salad buatan warga Jember

MBER - Dampak ekonomi PPKM tampaknya tidak dirasakan oleh perempuan asal Jember ini. Perempuan bernama Alvi Yunita ini justru mendapat keuntungan saat masa pandemi Covid-19 dan PPKM di Kabupaten Jember dengan berjualan salad buah. 

Pasalnya dalam sebulan, omset penjualan makanan sehat dari buah-buahan dicampur dengan mayonaise itu, bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Pemilik Salad Buah Alvi Yunita mengatakan, banyak masyarakat yang masih mengonsumsi salad buah untuk menjaga kondisi tubuh di tengah pandemi COVID-19. Ya, beberapa bahan buah - buahan yang digunakan sebagai bahan baku salad, memang memiliki gizi dan nutrisi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Salad ini kan makanan yang segar dan fresh juga bergizi. Karena kandungan buah-buahannya itu," kata Alvi Yunita ditemui di tempat berjalannya di Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, Jember, pada Minggu (22/8/2021).

Tak heran bila karena kandungan gizinya ini beberapa pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah memesan salad buah di Alvi. Alhasil omzet di tengah pandemi COVID-19 justru meningkat.

"Membantu untuk (masyarakat) mencari informasi tentang salad buah yang saya jual. Apalagi warga isoman, itu sasaran saya. Apalagi saat masa PPKM ini juga yang isoman. Dengan makanan kami yang siap saji dan take away (dapat dibungkus). Sehingga promosi itu yang saya gencarkan. Alhamdulillah meyakinkan dan saat pandemi ini order kami semakin banyak," ungkap dia kembali.

Harga salad buahnya yang terjangkau, juga membuat salad Alvi diminati. Ya dia menjual salad buah dengan banderol terjangkau yakni Rp 12.500 per kemasan cup kecil. Namun kendati murah Alvi memastikan kualitas dan kebersihan produknya.

"Dijual paling murah Rp 12.500 per cup kecil, meski murah kita tetap menjaga kualitas salad yang kita produksi. Itu yang penting," katanya.

Alvi menambah, setiap hari pengontrolan kualitas buah - buahan yang jadi bahan baku salad terus dilakukan. Bahkan tak jarang Alvi terpaksa membuang buah - buahan yang tak layak dikonsumsi, demi menjaga kualitas saladnya.

"Tentunya kualitas yang kami jaga, salad kan bahan dasarnya buah. Jadi ya buah-buahan yang kita gunakan harus yang berkualitas. Contoh untuk buah pir, yang kita pakai yang kualitasnya bagus yakni dengan istilah buah century, jadi dipilih yang terbaik. Kemudian strawbery, jeruk, dan anggur, ang semua sudah lolos kualitas dan ketat memilihnya, keruknya bahkan pakai jenis sunkist (kualitas bagus)," paparnya.

Menariknya, selain mengutamakan kualitas dan harga yang terjangkau, promosi Alvi juga dinilai cukup efektif. Penggunaan media sosial dengan memanfaatkan promosi selebgram kian menguatkan bisnis salad buahnya. Alhasil pundi - pundi cuan pun terus mengalir ke Alvi.

"Trik endorse itu juga penting, toh tidak sampai Rp 1 Juta (biaya selebgramnya), kisaran Rp 250 - 500 ribu, bisa iklan lewat grup-grup ataupun akun di Instagram. Trik itu yang saya lakukan," bebernya.

"Seperti halnya di Instagram itu trik utama, ada pemesanan kita foto dan upload (unggah) di Instagram, itu juga membantu pemasaran. Sehingga pembeli senang dan yakin jika salad yang dibeli berkualitas karena eksis di medsos," tambahnya.

Alhasil produk salad buahnya kini diminati banyak masyarakat, tak hanya di daerah Jember saja, namun juga beberapa wilayah di luar Jember.

"Promosi dan pemasarannya sampai di Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi, dan kota lainnya yang dekat dengan Jember," jelasnya.

Dengan pemasaran produk yang luas menjadikan salad buahnya bisa menghasilkan cuan tak kurang Rp 25 juta per harinya dan ratusan juta rupiah sebulannya. Kini dengan pendapatan dan peningkatan pemasaran saladnya, Alvi Yunita bisa memberdayakan 25 orang. Para pekerja ini biasanya juga mengantarkan pesanan yang dibeli oleh para konsumen di beberapa daerah tersebut.

"Syukur Alhamdulillah omset kita bisa sampai Rp 25 juta per hari dari penjualan salad ini. Jadi ya kurang lebih ratusan juta per bulan. Alhamdulillah kita mempekerjakan 25 orang pegawai. Sekaligus dengan driver (pengantar pesanan salad), yang nantinya langsung mengirimkan pesanan kepada konsumen," tandasnya. (Fcs) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bisnis Salad Buah yang Hasilkan Cuan Puluhan Juta Saat Pandemi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT