Minggu, 23 Januari 2022
Pemerintahan

Cara Dinkes Lumajang Sosialisasikan Hidup Sehat ke Pelajar

profile
Achmad

18 Oktober 2021 08:26

29 dilihat
Cara Dinkes Lumajang Sosialisasikan Hidup Sehat ke Pelajar
Aktivitas program Pagi Berseri bagi murid di Kabupaten Lumajang

LUMAJANG – Persoalan sanitasi dan perilaku tak sehat menjadi salah satu yang dialami di Kabupaten Lumajang. Mencermati hal tersebut akhirnya melahirkan inovasi program Pagi Berseri yang merupakan kepanjangan dari Inovasi Pagelaran Aksi Bersama Sekolah Sehat Asri, yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang.

Kegiatan ini dilakukan oleh para pelajar di Kabupaten Lumajang, termasuk di Kecamatan Randuagung sejak 3 Oktober 2021. Pada kegiatan ini para pelajar diajarkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mengatur kebersihan di sekitar sekolah dari segala aspek.

Program ini harus diterapkan direplikasikan kecamatan dan puskesmas, sebagai perkembangan inovasi. Dimana setiap hari mulai Senin sampai Sabtu program ini dilakukan secara bergantian di sekolah - sekolah yang sudah ditentukan.

“Kegiatan replikasi ini merupakan salah satu kegiatan di Pengelolaan Pelayanan Promosi Kesehatan (P3K) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, yang difokuskan pada 8 Kecamatan binaan dan 20 Sekolah SD/MI yang menjadi pendampingan program ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius, kepada suarajatimpost, melalui pesan singkatnya, pada Senin (18/10/2021).

Dalam masa pandemi covid-19 ini, kegiatan seperti ini kata dr Bayu, menyesuaikan dengan kapasitas ruangan 50 persen Kecamatan sehingga dibagi menjadi 4 tempat dengan menyesuaikan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Berdasarkan data Profil Promosi dan Pemberdayaan masyarakat Dinkes Kabupaten Lumajang Tahun 2020, berada di strata 4 atau kategori sehat masih 49,37 persen, dengan target sehat 71 persen pada tingkatan SD/MI.

“Berdasarkan permasalahan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), masih ada yang merokok di sekolah, memberantas jentik nyamuk kurang dan membuang sampah sembarangan banyak sekolah kondisi kotor,” terang dr Bayu.

Hal ini juga disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, jika fakta mendasar yang belum sepenuhnya tergarap adalah pendidikan kesehatan kepada masyarakat.

“Minimnya pengetahuan, kesadaran, maupun perilaku, membuat masyarakat tergoda untuk melakukan hal negatif,” jelas politisi PDIP ini.

Pendekatan untuk merubah masalah sanitasi, keamanan pangan dan perilaku tidak sehat melalui pemberdayaan masyarakat ini, menurut Supratman, sangatlah diperlukan. Jika sanitasi berada pada kondisi baik, maka kata Supratman, anak-anak bisa terhindar dari stunting.

“Hal ini adanya hubungan antara penyediaan air minum, perbaikan sanitasi, dan hygiene memberikan dampak pada pertumbuhan fisik anak,” ujarnya lagi.

Sesuatu dipandang memiliki potensi sebagai agen yang mudah menerima perubahan budaya “sehat”, dikatakan Supratman adalah dimulai dari diri kita sendiri bersama keluarga. Oleh karena itu, sasaran utama program PHBS, kata Supratman harus diawali di lingkungan sekolah dasar dengan harapan memberikan perubahan perilaku yang dapat diikuti di lingkungan keluarga, teman, dan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ditegaskan Supratman, itu bukanlah hal yang mudah, karena harus wajib dilakukan, sebab sangat dibutuhkan sebuah kerja keras dan dukungan dari semua pihak.

“Hal ini dibutuhkan sebuah komitmen dari pemangku kepentingan, pengelola program, baik dari sekolah, lembaga swasta, LSM dan masyarakat. Intervensi utama pada aspek promotif dan preventif yang didukung upaya kuratif dan rehabilitatif perlu dilaksanakan secara komprehensif,” pungkasnya.

Dari data yang diterima, sejumlah lembaga pendidikan yang sudah diberikan sosialisasi program PAGI BERSERI diantaranya SDN Kepuharjo 2, SDN Tompokersan 3, SDN Jogotrunan, SDN Kebonsari 1, MI Labruk Kidul, SDN Yosowilangun lor 01, dan SDN Yosowilangun Kidul 01.

Kemudian, SDIT Ar Rahma, SDN Rowokangkung 01, SDN Nogosari 01, SDN Pasirian 02, SDN Pasirian 04, SDN Pasirian 05, SDN Tempeh Lor 1, SDN Tempeh tengah 1, MI Muhammadiyah Ledoktempuro, SDN Ledoktempuro, SDN Kalidilem 03, SDN Klakah 1 dan SDIT klakah.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Cara Dinkes Lumajang Sosialisasikan Hidup Sehat ke Pelajar

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT