Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Celaka, Stok Tabung Oksigen di Jember Langka dan Mahal

profile
Rochul

07 Juli 2021 08:43

136 dilihat
Celaka, Stok Tabung Oksigen di Jember Langka dan Mahal
Kondisi Tabung Gas Oksigen Yang Kosong.

JEMBER –Tabung gas oksigen di Kabupaten Jember mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan imbas meningkatnya pasien Covid-19. Tercatat kenaikan harga dialami pada tabung gas oksigen ukuran 1 dan 6 meter kubik dalam seminggu belakangan. 

Kelangkaan itu terjadi, diduga menyusul meningkatnya kasus Covid-19  yang terjadi Jember. 

Dari informasi yang dihimpun di lapangan dan pengakuan beberapa sumber, untuk ukuran tabung gas oksigen 6 meter kubik sistemnya sewa. Masyarakat harus membayar uang deposit Rp 1,3 juta, lengkap dengan membeli regulator Rp 350 ribu, dan isinya oksigen Rp 125 ribu. 

Uang deposit tersebut sebagai jaminan, dan akan dikembalikan jika tabung selesai digunakan. Padahal sebelum pandemi untuk uang deposit itu tidak sampai nominal harga jutaan. Sedangkan untuk tabung gas oksigen ukuran 1 Meter Kubik, lengkap dengan regulatornya. Kini mengalami kenaikan harga 100 persen, sebesar Rp 1,8 – 2 Juta. Dari yang umumnya Rp 1 juta.

Pembeli tabung gas oksigen Don Ramadhan mengatakan, kenaikan harga itu terjadi, karena pengaruh lonjakan kasus baru Covid-19 di Jember. Selain itu, lanjut pria yang akrab dipanggil Don ini, mengeluhkan tidak hanya kenaikan harga tabung gas oksigen. Setiap toko alat medis di Jember, mengaku mengalami kelangkaan tabung gas oksigen dan isinya. Dari ukuran 1 dan 6 meter kubik.

“Naiknya harga tabung gas (oksigen), dan juga langka itu sejak seminggu belakangan. Kalau katanya penjual karena banyaknya permintaan,” kata Don, pada Rabu (7/7/2021)

Warga mengisi tabung gas oksigen

Namun karena kebutuhan, don tetap membeli tabung gas oksigen yang dibutuhkan berapapun harganya. Ditambah, juga harus keliling mencari toko yang menjual alat-alat medis. Karena kondisinya juga langka. 

“Tetap saya beli, apalagi gas oksigen di rumah habis. Tapi saat membeli itu, terpaksa saya mencari dulu dan dapatnya di toko medis lain. Karena di toko langganan saya sudah habis. Sebelumnya juga saat dapat itu, saya harus berkeliling dari Jalan Moch. Serodji, PB Sudirman, sampai Sukorambi. Karena hanya toko di wilayah itu yang menjual tabung gas oksigen untuk kebutuhan medis,” ulasnya.

Kata Don, di toko yang didatanginya itu, harga tabung gas oksigen lengkap dengan regulator dan selang kecil untuk alat bantu pernapasan kini harganya naik 100 persen.

“Harganya satu paket (dengan regulator dan selang kecil) sekitar Rp 1,8-2 Juta, hanya beda merek regulator untuk beda harganya. Itu tabung gas ukuran 1 meter kubik, padahal biasanya Rp 1 juta,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk yang ukuran 6 meter kubik, saya Tanya sistemnya sewa, dan juga mahal. Uang deposit (untuk sewa tabung gas) Rp 1,3 juta, biasanya di bawah itu,” sambungnya.

Dengan kenaikan harga dan kelangkaan tabung gas oksigen untuk medis itu, Don berharap, agar jangan sampai ada yang memanfaatkan di atas penderitaan kondisi Pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya beli ini (tabung gas oksigen), untuk kebutuhan orang tua saya. Untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Mengingat kondisi di rumah sakit banyak pasien, jadi sekiranya sudah berangsur pulih, sudah dapat pulang di rumah. Tapi tetap menjalankan isolasi mandiri dengan pengawasan dari PPKM mikro. Saya harap kondisi tabung gas Oksigen jangan sampai mahal dan langka lah,” ujarnya.

Pengelola tempat menjual alat medis Nunung mengatakan, terbatasnya persediaan tabung oksigen mulai terjadi sejak peningkatan kasus pandemi Covid-19 tahap dua di Jember. Kondisi sebelumnya, diakui Nunung normal.

"Biasanya di tempat kami ada petugas yang intens (rutin, red) melakukan isi ulang gas oksigen setiap pagi. Namun, saat ini sudah mulai jarang. Bahkan beberapa tabung sudah kosong semuanya," ucapnya.

Nunung juga menyampaikan, untuk pembelian tabung gas oksigen kini tidak bisa satu paket.

“Sekarang, sudah jarang persediaan yang satu paket. Orang harus membeli tabung gasnya sendiri, alat dorong atau trolinya dibeli terpisah, gas oksigennya juga terpisah, selang maskernya terpisah, dan juga regulator gasnya harus dibeli secara terpisah," sebutnya.

Adanya perubahan aturan pembelian per item itu, katanya, karena alat medis itupun sudah sangat langka jumlahnya.

“Seperti sekarang ini, yang ada disini hanya berupa tabungnya saja. Itupun belum terisi dengan gas oksigennya dan tidak dilengkapi dengan item-item lainnya," pungkasnya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Celaka, Stok Tabung Oksigen di Jember Langka dan Mahal

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT