Sabtu, 22 Januari 2022
Ekonomi

Cerita Kakek Mansyur Penjual Sapu Lidi, Tetap Bekerja Meskipun Fisik Sudah Melemah

profile
Ikhwan

22 September 2021 09:24

63 dilihat
Cerita Kakek Mansyur Penjual Sapu Lidi, Tetap Bekerja Meskipun Fisik Sudah Melemah
Kakek Mansyur saat berjualan sapu lidi

BANYUWANGI - Hidup keras mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari yang dirasakan,  Abu Mansyur (78). Dikarenakan keadaan memaksa kakek asal Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, harus tetap bekerja menyambung hidup dan menafkahi istrinya.

Meskipun tulang-tulangnya tak lagi kuat, kondisi penglihatannya sudah tak lagi jelas dan pendengaran yang juga mulai memudar, Mansyur, setiap hari harus berkeliling kota Banyuwangi untuk berdagang sapu lidi.

Dengan sepeda butut yang hanya dituntunnya, Ia biasa menempuh jarak berkilo-kilo jauhnya supaya dagangannya bisa habis terjual. Tak jarang, laju kendaraan di Jalan Raya seringkali juga mengancam keselamatannya.

"Kewajibannya orang laki ya ini kerja untuk menafkahi keluarga. karena di rumah masih ada istri yang harus dinafkahi. Saya punya anak enam sudah meninggal semua," kata Mansyur, dengan nafas terengah kelelahan, Rabu (22/9/2021).

Kakek Mansyur, saat berjumpa sejumlah rekan media, di Jalan Ahmad Yani, Rabu (21/9/2021).

Dia mengaku bila profesi ini baru beberapa bulan Ia tekuni. Dulunya Ia hanya berprofesi sebagai seorang buruh tani, lantaran fisiknya yang melemah Ia memutuskan untuk beralih mata pencaharian.

"Jualan sapu lidi ini baru saya tekuni delapan bulanan. Dulunya saya hanya nyangkul dan buruh cabut rumput di sawah orang. Karena fisik udah nggak kuat jadi ya sekarang jualan ini," ujarnya.

Mansyur mengatakan bila sapu tidak membuat sapu lidi ini sendiri, Ia hanya sebagai reseller. Per satu ikat sapu lidi Ia hanya mengambil keuntungan Rp 1.000 - Rp 3.000., saja.

"Saya biasanya bawa 25 ikat lidi. Dari penjual  itu dihargai Rp 4.000 Saya jualnya kadang  Rp 7.000, kadang Rp 5.000 ya yang penting  cepat laku. Itupun kadang laku kadang tidak," tandasnya.

Meskipun begitu Ia enggan untuk bersungut-sungut apalagi sampai menyalahkan keadaan. Ia sudah cukup bersyukur dengan penghasilan yang Ia terima itu.

"Yang penting barokah insyaallah cukup," imbuhnya. (Fcs) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Cerita Kakek Mansyur Penjual Sapu Lidi, Tetap Bekerja Meskipun Fisik Sudah Melemah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT