Kamis, 27 Januari 2022
Pendidikan

Dakwah Milineal ala Gus Miftah di Syiar Ramadan UIN Malang

profile
Krisda

28 April 2021 11:16

145 dilihat
Dakwah Milineal ala Gus Miftah di Syiar Ramadan UIN Malang
Rektor UIN Malang bersama Gus Miftah

MALANG - Syiar Ramadan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) kali ini berdiskusi bersama Miftah Maulana Habiburrahma atau yang biasa dikenal dengan nama Gus Miftah. Dimoderatori Prof. Dr. Abdul Harus, M.Ag selaku Rektor UIN Maliki Malang.

Syiar Ramadan kali ini, membahas upaya memupuk rasa nasionalisme melalui dakwah bagi kaum milenial. Syiar tersebut ditayangkan di channel youtube UIN Maliki Malang pada Rabu (28/4/2021) pukul 02.00 dini hari tadi.

"Saya mengikuti ceramah yang dibawakan oleh Gus Miftah dengan pendekatan religious dan pendekatan kebangsaan dan ceramah Gus Miftah ini sangat mengena," Ucap Prof Abdul Haris.

Gus Miftah selaku Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman Yogyakarta ini menjelaskan, Saat berdakwah dan bertemu orang yang berbeda Ia selalu menggunakan bahasa dan pemilihan diksi yang berbeda. Hal itu ia tunjukan saat Gus Miftah bertemu dengan Prof Haris dan Kapolres bahasa dan diksi yang ia pakai berbeda dengan yang ia gunakan saat berbincang dengan milenial dan saat bertemu dengan teman di klub malam.

"Saya rasa saat ini kegagalan dakwah dikarenakan pemilihan diksi yang kurang tepat," ucap Gus Miftah.

Menurut Gus Miftah, sebuah ajakan harus dilakukan dengan edukasi dan rekreasi. Karena masyarakat kita apabila hanya diberikan edukasi ajakan tanpa ada rekreasi mereka akan bosan, tetapi jika rekreatif tanpa ada edukasi juga kurang menarik. Sehingga perlunya, perpaduan antara edukasi dan rekreasi.

"Berlomba-lomba dalam kebaikan itu bukanlah posisi yang diperebutkan banyak orang tetapi menjadi posisi terbaik di posisi masing-masing," ungkap Gus Miftah.

Gus Miftah menjelaskan, Islam mengajarkan sangat demokratis. Rasul mengatakan beberapa pilihan bukan karena tidak konsekuensi tetapi itulah cara rasul mengajarkan demokrasi. Supaya umat islam punya pikiran yang terbuka serta dapat menghargai perbedaan.

"Itulah yang menyebabkan islam berkembang di negara-negara maju ya," ujar Haris menimpali.

Menurut Gus Miftah, orang menilai agama islam bukan dari membaca Al-Quran dan mempelajari ajaran tentang islam tetapi dari akhlak umat islam. Oleh karena itu apabila ingin islam dihargai oleh agama lain, ia menyarakan supaya umat islam menunjukkan perbuatan yang baik pula.

"Kiai sifatnya bukan untuk dicontoh, karena contoh yang paling lengkap adalah Nabi Muhammad. Tugas kiai sendiri untuk mengajak mencontoh berperilaku Nabi Muhammad," pungkas Gus Miftah dalam Syiar Ramadan UIN Maliki Malang.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dakwah Milineal ala Gus Miftah di Syiar Ramadan UIN Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT