Kamis, 27 Januari 2022
Hukum

Dana 131 KPM Ditilep, Pemdes Buka Posko Pengaduan

profile
achmad fuad

25 Agustus 2021 15:52

39 dilihat
Dana 131 KPM Ditilep, Pemdes Buka Posko Pengaduan

LUMAJANG - Dugaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) 131 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, ditilep, Pemerintah Desa (Pemdes) buka posko pengaduan.

Hal ini disampaikan Kepala Dusun, Yanto, berawal dari laporan sejumlah warga ke kantor desa, karena mereka tidak mendapatkan bantuan sesuai dengan yang sudah diberikan oleh pemerintah, melalui Kemensos. 

“Setelah ditelusuri, ternyata betul apa yang dikeluhkan warga, diketahui tidak menerima bantuan sesuai ketentuan yang ada, dan itu sudah berlalu lama, sekitar tahun 2017/2018,” bebernya kepada media ini via telpon tadi pagi.

Sebelumnya (Rabu (18/8) lalu), kata Yanto, pihaknya bersama dengan sejumlah KPM telah mendatangi kantor Kecamatan Kedungjajang, guna meminta kejelasan dan klarifikasi dari pendamping PKH dan pemilik E-Warong Desa Sawaran Kulon. 

“Karena dilihat banyak kejanggalan dalam penyaluran bantuan itu, maka pihak kecamatan langsung membuka pos pengaduan KPM di Balai Desa Sawaran Kulon,” jelas Yanto lagi.

Dikatakan lagi oleh Yanto, selain PKH disinyalir banyak bantuan lainnya yang diduga juga ikutan ditilep, seperti Bantuan Tunai Non Pangan (BPNT), bantuan sembako, atau jenis-jenis bantuan lainnya.

Sementara itu, seorang warga yang merasa dirugikan, Tumut, mengatakan kalau sejak bulan Juli 2020, sudah tidak menerima bantuan tersebut. Dia sempat mendatangi pemilik E-Warong berinisial A. Akan tetapi, dia selalu menerima jawaban yang sama dari pemilik E-Warong. 

“Sembako tidak dapat dicairkan, sedangkan, uangnya tidak bisa diambil dengan alasan saldo kosong,” ujar Tumut menirukan si A tadi.

Namun setelah didampingi pihak desa, Tumut datangi bank penyalur PKH, ternyata dirinya mendapatkan bantuan setelah tercetak E-koran, namun saldonya sudah kosong.

Hal yang sama diderita Nurul Hotimah, yang juga mengaku tidak menerima bantuan secara penuh. Padahal dia berhak menerima bantuan tersebut. Seharusnya dia  dapat Rp 1,5 juta, tetapi di saldo hanya tertulis Rp 475 ribu saja.

“Awalnya saya diberitahu oleh A, tidak ada pencairan bantuan, tetapi setelah ramai ada informasi bantuan ini tidak beres, saya cairkan di E-Warong desa lain. Padahal, sebelumnya saya tidak mengambil. Bisa jadi diambil E-Warong A itu,” kesalnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dana 131 KPM Ditilep, Pemdes Buka Posko Pengaduan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT