Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Denda Rp 39 Juta Per Hari, Proyek Frontage Sidoarjo Masih Molor

profile
Krisna

11 Januari 2022 14:33

62 dilihat
Denda Rp 39 Juta Per Hari, Proyek Frontage Sidoarjo Masih Molor
Pekerja terus berupaya menuntaskan proyek pembangunan FR segmen 2 Sidoarjo. Seharusnya, proyek sudah selesai 31 Desember 2021 lalu. (Krisna/SJP)

SIDOARJO – Proyek pembangunan frontage road segmen 2 Jalan Raya Gedangan, Sidoarjo, masih menyisakan beberapa pekerjaan. Di antaranya, pemindahan tiang listrik dan penyelesaian pembangunan jembatan. Padahal, sudah sembilan hari melebihi masa kontrak yang seharusnya berakhir 31 Desember 2021 lalu.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyebut ada lima tiang PLN yang belum dipindahkan. Sebab, ada masa siaga kelistrikan Nataru yang berakhir 8 Januari 2022. Itu sudah disampaikan PLN melalui surat yang masuk ke dinasnya pada 30 Desember 2021.

”Koordinasi pemindahan tiang akan dilakukan, Semoga hari ini sudah dapat dilakukan eksekusi pemindahan tiang PLN,’’ ujar Kabag Pembangunan Pemkab Sidoarjo itu. Selasa (11/1/2022).

Karena ada proyek pemindahan tiang yang belum selesai, pembangunan jembatan di ujung segmen 2 juga belum bisa dituntaskan. Namun, menurut perencanaan, pembangunan akan selesai akhir bulan ini. Karena tak memenuhi target, kontraktor terkena penalti sekitar Rp 39 juta per hari.

”Kendalanya sama. Karena ada jaringan PLN di bawah tanah yang kebetulan berada di lokasi jembatan yang dibangun,’’ kata Dwi. Artinya, pekerjaan di segmen 2 tidak banyak berubah dari akhir tahun lalu. Namun, pihaknya memastikan jadwal pembangunan FR lanjutan, yakni segmen 3, bakal dilaksanakan sesuai jadwal.

”Lelang manajemen konstruksi (MK) sudah dimulai pada Desember 2021, semoga kelar Februari 2022 dan bisa dilanjutkan ke tahapan review dokumen perencanaan oleh MK. Maksimal satu bulan, lanjut tahapan lelang pelaksanaan sekitar 1,5 bulan. Sehingga Mei sudah diketahui pemenangnya dan bisa dilakukan pembangunannya,’’ papar Dwi.

Anggaran pembebasan lahan maupun pembangunan di segmen 3 sudah disiapkan. Yakni, Rp 112 miliar untuk pembebasan lahan di segmen 3 dan Rp 50 miliar untuk pembangunan fisiknya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menyebut anggaran itu minimal untuk menyelesaikan sampai di pertigaan Banjarkemantren atau tepat di pertigaan yang mengarah ke Lingkar Timur. ”Prioritas sampai di Lingkar Timur itu,’’ katanya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Denda Rp 39 Juta Per Hari, Proyek Frontage Sidoarjo Masih Molor

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT