Minggu, 23 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Santri Ponpes di Jember Lapor Polisi dan KPA

profile
Rochul

06 September 2021 19:23

1.1k dilihat
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Santri Ponpes di Jember Lapor Polisi dan KPA
Mediasi yang Dilakukan di Mapolsek Kencong Antara Pihak Pengurus Pondok dan Pelapor.

JEMBER,- Dugaan penganiyaan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) AS-Sunniyah Kecamatan Kencong, Jember, berbuntut laporan. Pihak terduga korban yang mengalami penganiayan pada Selasa 31 Agustus 2021 memilih jalur hukum mengajukan laporan kepada polisi dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Orang tua korban H-R (12) bernama Basuki Rahmad yang beralamat di Dusun Mangisan Tengah, Desa Mangisan, Kecamatan Tanggul, tidak terima atas dugaan insiden penganiayaan yang terjadi di dalam kamar Ponpes AS- Sunniyah Jember tersebut.

"Saya sudah lapor polisi dan hari ini ada mediasi di Polsek, saya tetap lanjutkan masalah ini, biar tidak ada korban lagi yang seperti ditimpa anak saya. Biar pengurus tidak tledor juga terhadap Adik adik didalam ruang lingkup pondok, jika anak saya tidak cerita hal ini tidak bakalan terungkap," kata Basuki Rahmad, pada Senin, (6/9/2021) usai mediasi dengan pihak pondok pesantren AS-Sunniyah.

Ia juga menceritakan, jika hasil mediasi hari ini tidak ada titik temu. Ia juga mengaku kasihan anaknya. Ia menduga juga ada anak - anak Ponpes lain yang diduga turut menganiaya anaknya. 

"Tadi juga sempat terjadi konfrontasi sama pihak pengurus pondok, mereka berdalih jika anak saya itu bertengkar satu lawan satu, padahal saksi ada, ia tahu jelas dari cendela jika anak saya kepalanya diberi timba dan dipukuli beramai - ramai. Dan itu disampaikan langsung A-L saksi dan juga korban aniaya yang sempat melarikan diri pada saat insiden itu terjadi didalam kamar," terang Basuki.

Terlihat pasca mediasi dilakukan di Mapolsek kencong, H-R terlihat lemah dan sempat matanya berair dan memeluk ibunya karena mengaku takut dan langsung pusing kepala.

"Ini anak saya takut, dan pusing, saya minta obat kepada pak polisi, masak seperti ini dikira main - main, anak tidak mungkin berbohong kepada orang tua, memang kondisinya ketakutan, dan trauma berat. Sebentar lagi habis ini saya bawa ke dokter, takut anak saya kenapa - kenapa pasca terjadi aniaya ini, saya takut mentalnya down," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Santri Ponpes di Jember Lapor Polisi dan KPA

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

1 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT