Rabu, 19 Januari 2022
Pemerintahan

Diduga Tak Berizin, Tower BTS di Bantur Dikeluhkan Warga

profile
Syahrul

05 Juli 2021 10:34

81 dilihat
Diduga Tak Berizin, Tower BTS di Bantur Dikeluhkan Warga
Rumah warga yang bersebelahan dengan keberadaan tower di BTS di Kecamatan Bantur

MALANG - Tower Base Transceiver Station (BTS) milik provider perusahaan swasta di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang membuat resah sejumlah warga sekitar.

Sebabnya, bangunan tower BTS yang berada di titik koordinat pasar Wonokerto-Bantur tersebut berjarak hanya beberapa meter dari bangunan rumah tinggal.

Selain itu warga desa setempat juga mempermasalahkan bangunan tower setinggi 50 meter itu, karena berdiri hanya berjarak kurang dari 15 meter dari rumah mereka.

Padahal, idealnya tinggi menara yang berukuran kurang dari 45 meter, memiliki standar jarak aman dengan pemukiman minimal 20 meter dan berjarak 10 meter dari area komersial dan 5 meter dari daerah industri.

Salah satu warga Wonokerto, Kecamatan Bantur, H. Choirul Anam mengatakan, jika jarak tower BTS dengan tempat tinggalnya sangatlah dekat dan tidak sesuai standart baku aturan pendirian tower.

“BTS itu ada di sebelah rumah, jaraknya kurang lebih 5 meter, saya merasa resah dan terganggu dengan adanya bangunan BTS itu,” terang Choirul sambil menunjukan lokasi BTS yang memang hanya beberapa meter jaraknya dari rumahnya. Minggu (04-07-2021) sore.

Dirinya juga mengeluh dengan kondisi kesehatan dan keselamatan keluarganya. "Kami takut terkena radiasinya mas, apalagi jika terjadi angin kencang, kami sekeluarga merasa terancam keselamatannya jika tower itu roboh dan mengenai rumah kami," katanya dengan sedih.

Selain permasalahan tersebut, ia menduga jika tower BTS itu tidak memiliki ijin. Pasalnya dirinya tidak pernah dimintai persetujuan ataupun tanda tangan perihal perijinannya.

“BTS itu kayaknya tidak ada izinnya, saya tidak pernah dimintai izin baik secara lisan maupun tertulis, bangunan tower itu berada di sebelah rumah saya,” ucap pria yang akrab di panggil Haji Kuncir itu.

Harusnya, tambah Haji Kuncir, dirinya adalah orang pertama yang dimintai persetujuan dan tanda tangan oleh pihak tower, dengan asumsi tempat tinggalnya paling dekat dengan lokasi tower. Namun, faktanya tidak sama sekali.

Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti keresahan warga desa Wonokerto perihal berdirinya tower BTS sejak 2005 silam yang diduga tak mempunyai ijin tersebut.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperhatikan secara serius tentang keberadaan BTS yang tidak mengantongi izin resmi,” tegasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Diduga Tak Berizin, Tower BTS di Bantur Dikeluhkan Warga

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT