Sabtu, 29 Januari 2022
Pendidikan

Dinas Pendidikan Malang Buka Suara Soal Buku LKS yang Diperjualbelikan

profile
Senopati

13 Agustus 2021 19:33

191 dilihat
Dinas Pendidikan Malang Buka Suara Soal Buku LKS yang Diperjualbelikan
Buku lembar kerja siswa atau buku pendamping buku pengayaan yang beredar di Kabupaten Malang

MALANG - Penjualan buku lembar kerja siswa (LKS) di Kabupaten Malang mendapat sorotan. Selain karena secara aturan di Permendikbud Nomor 2 Pasal 11 tahun 2008 dan Undang Undang RI Nomor 3 Pasal 63 tahun 2017 tentang perbukuan, yang melarang jual beli buku teks LKS dan sejenisnya di lembaga sekolah, adanya penjualan buku LKS yang dijual dengan sedikit memaksa juga membuat orang tua wali murid merasa keberatan. 

Buku LKS tersebut juga diketahui tidak direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di tengah pembelajaran secara online. 

Kapala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Achmad Wahid Arif pun angkat bicara, ia mengaku tidak mengetahui adanya transaksi jual beli buku LKS dan semacamnya di lembaga terutama SD. 

"Kami tidak mengetahui adanya transaksi jual beli di lembaga, silahkan langsung tanya ke lembaga masing bagaimana bisa ada transaksi buku," kata Achmad Wahid arif saat di hubungi awak media, Jumat siang (12/8/2021).

Pada kesempatan tersebut, Wahid ingin menepis anggapan bahwa dirinya ikut main keberadaan transaksi jual beli buku LKS atau sejenisnya di SD 

"Saya tegaskan, bahwa saya tidak tahu apa apa dan tidak main atau kerjasama dengan siapapun juga terkait jual beli buku LKS, kalau tidak percaya silahkan tanya ke lembaga apa saya ada keterlibatan dalam transaksi jual beli buku ini? Selain itu, saya juga tidak pernah menyuruh para pemyedia yang berkunjung di lembaga mengatas namakan suruhan orang dinas ataupun pribadi," tandas Wahid.

Seorang wali murid yang anaknya bersekolah di SDN Sumber Pucung, wali murid di minta sekolah membeli buku LKS dan sejenisnya yang berjumlah tujuh macam mata pelajaran seharga Rp 140 ribu. 

"Karena buku ini untuk keperluan siswa dalam belajar mengajar, kami wali murid di minta membeli 7 jenis mata pelajaran senilai Rp 140 ribu. Saya membeli buku ini di paguyuban sekolah," beber ibu setengah baya yang namanya tidak mau di sebutkan.

Bahkan Ibu paruh baya tersebut meminta untuk tidak menyebutkan identitas sekolah anaknya. "Saya minta jangan sebutkan identitas tempat anak saya sekolah ya mas, karena saya takut ada apa apa dengan anak saya di sekolah," pintanya. 

Hal yang sama di sampaikan oleh Bagus, seorang wali murid di SDN Jabung, anaknya juga di minta sekolah untuk membeli buku pengayaan sebanyak 8 jenis mata pelajaran.

"Ada 8 jenis buku mata pelajaran yang di beli seharga Rp 90 ribu untuk keperluan belajar mengajar anak saya, di saat ini semua usaha lagi turun karena pandemi masih ada yang jual beli buku di lembaga, katanya semua di tanggung BOS tapi mana buktinya kita masih beli?," jelas Bagus singkat, Jumat siang (13/8).

Berdasarkan penelusuran suarajatimpost, hampir di seluruh lembaga se Kabupaten Malang sudah membeli buku LKS atau sejenisnya, dari 7 sampai 8 buku yang beredar di setiap lembaga hanya satu buku cetakan terbitan Almas yang selalu ada di setiap paketan buku yang di beli wali murid. (nes)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dinas Pendidikan Malang Buka Suara Soal Buku LKS yang Diperjualbelikan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT