Minggu, 23 Januari 2022
Ekonomi

Dinas Perdagangan Akui Ada Kenaikan Harga Bahan Pangan di Banyuwangi

profile
Admin

15 Desember 2020 20:34

347 dilihat
Dinas Perdagangan Akui Ada Kenaikan Harga Bahan Pangan di Banyuwangi
Harga kebutuhan pangan di Banyuwangi naik

BANYUWANGI - Harga komoditi pangan di sejumlah pasar tradisional di Banyuwangi diakui Dinas Perdagangan mengalami tren kenaikan jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2020.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Suminten mengatakan, kenaikan pada sejumlah komoditi pangan tidak signifikan

"Memang ada kenaikan, tetapi tidak seberapa signifikan. Artinya untuk ketersediaan seperti telur, cabai rawit, bawang merah, bawah putih ada kenaikan, tetapi bisa tercukupi," kata Suminten pada Selasa (15/12/2020).

Ia mengatakan, setiap perayaan hari besar biasanya harga pangan mengalami kenaikan yang cenderung drastis. Disamping karena tingginya permintaan, serta faktor lain yang mempengaruhi.

Menurutnya, seperti perayaan hari besar kenaikan harga bahan pangan menjadi tren yang sering terjadi, bahkan sebelum adanya pandemi Covid-19. Di awal Januari 2020 saja komoditas seperti bawang putih dan gula, harganya sempat melonjak. Sehingga pihaknya melakukan operasi pasar.

"Sekarang ini mungkin karena pandemi, sehingga momen-momen tersebut ada kenaikan harga tetapi tidak secara signifikan. Dalam artian harga saat ini masih relatif stabil," ujarnya.

Di sisi lain Kasi Perdagangan Budi Utomo mengungkapkan, berdasarkan hasil laporan tim di lapangan, harga telur yang sebelumnya Rp 20 ribu, saat ini mendekati Rp 24-25 ribu. Kemudian daging ayam, beberapa hari yang lalu sempat mencapai Rp 33 ribu, sekarang stagnan di harga Rp 30-31 ribu.

"Harga cabai rawit Rp 37-38 ribu yang sebelumnya juga dibawah. Cabai merah juga sudah meluncur di harga Rp 40 ribu keatas, juga bawang merah. Jadi kebutuhan pokok sudah merangkak naik," kata Budi.

Disampaikannya, kenaikan harga pangan ini dipengaruhi peningkatan permintaan jelang Nataru serta pasokan yang terganggu akibat cuaca.

"Hari-hari besar keagamaan ini sangat berpengaruh terhadap fluktuasi harga. Biasanya tergantung dengan perubahan musim. Misalkan cabe rawit, ini sentranya kita punya di Wongsorejo, ini sudah mulai berkurang, karena ada kerusakan," tuturnya.

Budi menyebut naiknya pemesanan kamar hotel jelang libur nataru, berbanding dengan kenaikan tingkat kebutuhan pangan di hotel - hotel. "Jadi kebutuhan meningkat, persediaan berkurang, penawaran berkurang, sehingga harga merangkak naik," imbuhnya.

Dalam mengatasi peningkatan harga pangan jelang hari besar, lanjut Budi, pihaknya sudah menggelar pasar murah di sejumlah pasar di Banyuwangi.

"Sesuai petunjuk dari provinsi, tetap kita melakukan monitoring harga, jadi kegiatannya kemarin kita sudah melakukan pasar murah jelang Nataru yang bekerjasama dengan Bulog dan beberapa instansi lainnya," tandas Budi.

Sebelumnya, Sejumlah pedagang di Pasar Banyuwangi juga mengatakan adanya kenaikan disejumlah komoditi pangan menyusul adanya nataru. meliputi ayam potong yang mencapai Rp 32 ribu per kilogram, cabe merah Rp 45 ribu per kilogram dan cabe merah kecil Rp 38 ribu per kilogram. WAN

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dinas Perdagangan Akui Ada Kenaikan Harga Bahan Pangan di Banyuwangi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT