Rabu, 26 Januari 2022
Pendidikan

Dorong SPM Pendidikan Tercapai, Wali Kota Mojokerto Siapkan Banyak Stimulus

profile
Andy

15 September 2021 21:15

40 dilihat
Dorong SPM Pendidikan Tercapai, Wali Kota Mojokerto Siapkan Banyak Stimulus
Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto

KOTA MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyiapkan berbagai skema pendidikan maupun stimulus untuk siswa dan guru agar SPM (Standar Pelayanan Minimal) pada tahun ajaran baru ini terpenuhi.

Hal itu ditegaskan Wali Kota dalam kegiatan Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto yang digelar oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Mojokerto di Aula SMP Negeri 4 Kota Mojokerto, Rabu (15/9/2021) sore. 

Kegiatan itu diikuti oleh 108 Kepala Sekolah di Kota Mojokerto, para guru dari SMP negeri 4 kota Mojokerto dan SMP Negeri 9 Kota Mojokerto yang terbagi di dua ruangan yang berbeda.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota memaparkan, dari hasil penelitian disebutkan bahwa selama hampir dua tahun terjadi pandemi covid-19 dan diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tiga semeter terakhir maka proses transfer knowledge siswa dari kurikulum hanya 35 persen. Angka tersebut tentu jauh di bawah standar.

"Ini PR (Pekerjaan Rumah) kami bersama bagaimana capaian yang 35 persen tersebut harus kita optimalkan di tahun ajaran baru ini," ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, Ning Ita menyemangati para guru untuk saling bergotong-royong, tidak bisa hanya bekerja personal maupun sektoral saja. Kerjasama tersebut dibutuhkan untuk mencapai goal yang sama.

"Kondisi pendemi ini, kebersamaan ini harus dikuatkan lagi, semua mengalami kondisi yang sulit dengan adanya perubahan skema pendidikan dari konvensional ke skema pendidikan PJJ maupun PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas, ini tidak hanya berat bagi siswa saja, namun berat bagi guru dan wali murid, oleh karena itu perlu adanya kerja sama," urainya.

Masih kata Ning Ita, guru tetap punya kewajiban transfer knowledge, menyelesaikan kurikulum, dan kewajiban agar SPM tercapai, namun pembatasan-pembatasan tersebut menyulitkan capaian pendidikan yang diharapkan. 

"Agar SPM tercapai, kami telah melakukan beberapa skema pembelajaran maupun stimulus, misalnya skema jam pembelajaran siswa SD dalam dua minggu pertama pelaksanaan PTM terbatas yang hanya dua jam, dan siswa SMP hanya tiga jam dirasa efektif dan tidak ada dampak penularan Covid-19," terangnya.

Maka pihaknya meminta lagi agar semua pihak beradaptasi dengan metode pembelajaran yang ada selama pandemi Covid-19.

Selain itu, berbagai stimulus juga telah dilakukan, baik untuk siswa maupun tenaga pengajar. Antara lain membuat event lomba atau chalenge untuk guru yang inovatif dan kreatif tentang bagaimana menyajikan kurikulum pembelajaran secara lebih menarik sehingga dipahami oleh siswa dan terserap ilmunya.

"Ini memotivasi, mungkin nanti juga ada ide kreatif lainnya juga kita upayakan," imbuh Ning Ita.

Stimulus lainnya yang dilakukan Ning Ita adalah mengarahkan anggaran-anggaran yang kurang efektif kepada pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran yang layak. Termasuk pemenuhan sarana pembelajaran yang berbasis IT serta meningkatkan kesejahteraan Guru Tidak tetap (GTT) yang naik signifikan.

"Jika semua itu terpenuhi, maka raport baiknya harus tercapai, SPM nya harus terpenuhi," sambung Ning Ita.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mojokerto, Mulib menyebut bahwa program stimulus juga ditujukan bagi siswa baru di tingkat SD dan SMP adalah biaya pendidikan gratis, pemberian tiga seragam gratis, sepatu, tas sekolah dan alat tulis, serta angkutan sekolah gratis. "Harapannya para siswa dapat belajar tanpa dibebani oleh biaya-biaya pendidikan yang mungkin dirasa memberatkan, terutama di masa pandemi ini," pungkasnya. (Adv)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dorong SPM Pendidikan Tercapai, Wali Kota Mojokerto Siapkan Banyak Stimulus

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT