Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

DPUPR Batu Hanya Bantu 5 Juta Untuk Korban Kecelakaan Akibat Pekerjaan Tambal Sulam Jalan

profile
Doi

15 November 2021 21:42

111 dilihat
DPUPR Batu Hanya Bantu 5 Juta Untuk Korban Kecelakaan Akibat Pekerjaan Tambal Sulam Jalan
Cedera tempurung kepala dialami Solikin yaang terjatuh di proyek tambal sulam jalan, hanya mendapatkan bantuan 5 juta dari DPUPR Kota Batu. (istimewa)

KOTA BATU – Pekerjaan tambal sulam jalan disepanjang jalan Oro-oro Ombo, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memakan korban hingga mengakibatkan cedera tempurung kepala.

Nasib nahas dialami oleh Solikin warga RT 06 RW 08 Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo yang terjatuh akibat kurang jelasnya rambu tanda adanya pekerjaan tambal sulam jalan. Akibatnya cedera parah pada tempurung kepala didapatkannya.

Dikatakan Kepala Desa Junrejo Andi Faisal Hasan, Solikin mengalami musibah tersebut pada Minggu 14 November 2021 sore, menyebabkan kepala korban mengalami cedera tempurung serius.

"Cederanya cukup parah setelah terjatuh akibat jalan licin dilokasi pekerjaan tambal sulam aspal di jalan Oro-oro Ombo," jelas dia.

Terkait perhatian dari DPUPR Kota Batu, Faisal mengatakan hari ini Senin (15/11/2021) pagi, pihak DPUPR diwakili oleh Woko Kabid Bina Marga yang menyerahkan bantuan kepada Setiyo istri korban.

Terkait besaran nominal bantuan, Faisal mengatakan bantuan yang diserahkan di Kantor Desa Junrejo tersebut berjumlah 5 juta rupiah dan langsung diterima oleh istri korban.

"Terimakasih dari DPUPR memberikan respon cepat kepada warga kami dengan batuan uang ini, semoga bisa membantu keluarga korban," katanya.

Saat ditanya oleh Suara Jatim Post terkait pantas tidaknya bantuan dengan nominal tersebut, Faisal memberikan jawaban bijak.

"Jika saya harus menjawab dari bentuk kepedulian, saya tidak boleh mengecilkan angka dan kita harus hargai itu," katanya.

Namun demikian, berdasarkan informasi yang didapatkan dari istri korban bahwa harus dilakukan dua kali lagi operasi yang membutuhkan biaya besar.

"Intinya kalau melihat angka, sepertinya angka 5 juta itu kecil dibandingkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan korban," imbuh dia.

Sementara itu Kadis PUPR Alfi Nur Hidayat memberikan instruksi untuk segera melakukan penutupan lubang jalan yang diperbaiki.

"Hari ini kita instruksikan dilakukan percepatan penutupan lubang mas oleh pelaksana," katanya melalui pesan WhatsApp.

Sebagai informasi, tertuang dalam undang-undang sebagaimana Pasal 24 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan, penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Ayat 2 pada pasal sama disebutkan, dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan jalan rusak sebagaimana dimaksud, penyelenggara wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dalam hal ini pengendara kendaraan bermotor yang celaka akibat jalan rusak tersebut bisa menuntut ganti rugi sebagaimana yang ada di Pasal 273 UU LLAJ.

Pada Pasal 273 ayat 1 berbunyi, setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan atau kerusakan kendaraan dan atau barang dipidana dengan penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp12 juta.

Kemudian Pasal 273 ayat 2 disebutkan, dalam hal sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp24 juta.

Pada ayat 3 disebutkan jika hal itu mengakibatkan orang lain meninggal dunia pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau paling banyak Rp120 juta.

Pada ayat 4 berbunyi, penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp1,5 juta.

Direktur Preservasi Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, membenarkan soal  masyarakat bisa menuntut ganti rugi dari kecelakaan akibat jalan rusak. (Doi Nuri)

Tags
Anda Sedang Membaca:

DPUPR Batu Hanya Bantu 5 Juta Untuk Korban Kecelakaan Akibat Pekerjaan Tambal Sulam Jalan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT