Minggu, 23 Januari 2022
Kriminal

Dua Pejabat Pemkab Mojokerto Dimintai Keterangan Terkait Dugaan Korupsi Alkes

profile
Andy

06 Mei 2021 04:02

329 dilihat
Dua Pejabat Pemkab Mojokerto Dimintai Keterangan Terkait Dugaan Korupsi Alkes
Kantor Ditreskrimmsus Polda Jatim

SURABAYA  - Polda Jawa Timur melalui Subdit III Tipidkor juga memanggil pejabat Pemkab Mojokerto lainnya atas dugaan penyelewengan alat kesehatan (alkes). Kedua pejabat yang dipanggil yakni Kepala Inspektorat Pudji Widodo dan Kepala BPKAD Kabupaten Mojokerto Mieke Juli Astuti. 

Tampak Kepala Inspektorat Pemkab Mojokerto hadir memenuhi pemanggilan di Polda Jatim dari surat yang dikirimkan dengan nomor B/2953/IV/RES.3.5/2021/Ditreskrimsus. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 10.00 WIB Rabu kemarin (5/5/2021), hingga menjelang siang. Pemeriksaan ini dilakukan atas adanya aduan dari masyarakat mengenai indikasi penyelewengan pengadaan alat kesehatan (Alkes). 

Sekitar pukul 11.30 WIB, Mieke Juli Astuti keluar dari ruang pemeriksaan meminta maaf kepada petugas karena keliru membawa dokumen.

"Maaf ya Pak, saya keliru bawa dokumen, seharusnya pencairan namun yang saya bawa penganggaran," sembari keluar untuk istirahat.

Sekitar pukul 12.30 WIB, Mieke Juli Astuti kembali ke ruang pemeriksaan untuk melanjutkan permintaan keterangan oleh petugas.

Mobil Home Care RSUD RA Basoeni

Sementara itu, dr Ulum Rokhmat yang turut dipanggil mengatakan, bahwa ia dimintai keterangan hingga pukul 16.00 WIB.

"Maaf mas baru balas, tadi selesai jam 16.00 WIB lanjut kerja, ini baru sampai rumah," ujar dr Ulum Rokhmat menjawab pesan singkatnya, dari suarajatimpost.com

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto buka suara mengenai surat pemanggilan yang diberikan Polda Jawa Timur. Pemanggilan terkait dugaan pengadaan alat kesehatan untuk kegiatan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mojokerto dr. Sudjatmiko menyerahkan pengambilan keterangan oleh Polda Jatim ke Plt Direktur RSUD R.A. Basoeni dr Ulum Rokhmat.

"Tanya dr Ulum," jawab Sudjatmiko, ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat padpada Minggu (2/5/2021) 

Hal ini terkait beredar surat pemanggilan dari Subdit III Tipidkor Polda Jatim kepada Pejabat Penerima Barang Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, yang dikeluarkan pada tanggal 30 April 2021.

Surat pemanggilan nomor B/2953/IV/RES.3.5/2021/Ditreskrimsus dengan perihal permintaan keterangan dan data atau dokumen ini ditandatangani oleh Kasubdit III Tipidkor, AKBP Rahman Wijaya.

Dalam surat pemanggilan itu, disebutkan Unit I Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim sedang melakukan pemeriksaan terhadap laporan atau pengaduan masyarakat, terkait pengadaan alat kesehatan untuk kegiatan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 pada RSUD RA Basoeni dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2020.

Disebutkan dalam surat pemanggilan tersebut, yang bersangkutan diminta menghadap Kompol Dewa Putu Prima untuk didengarkan keterangannya terkait laporan atau pengaduan masyarakat tersebut.

Ketika dikonfirmasi suarajatimpost.com, Dirkrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman membenarkan pemanggilan tersebut.

"Benar kita sedang penyelidikan, komunikasikan dengan  Pak Rahman ya," jawab Kombes Pol Farman ketika dikonfirmasikan melalui pesan daring Whatsapp.

Sementara itu, Kasudbit III Tipidkor AKBP Rahman Wijaya membenarkan pemanggilan tersebut. "Benar, pemanggilan tersebut kami lakukan untuk didengarkan keterangannya atau konfirmasi terkait kasus tersebut," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dua Pejabat Pemkab Mojokerto Dimintai Keterangan Terkait Dugaan Korupsi Alkes

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT