Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Dua Tokoh Agama Diperiksa Terkait Pengerusakan Ambulans COVID-19

profile
Rochul

29 Juli 2021 20:29

41 dilihat
Dua Tokoh Agama Diperiksa Terkait Pengerusakan Ambulans COVID-19
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komangย Yogi Arya Wiguna.

JEMBER - Kasus pengrusakan mobil ambulans pengangkut jenazah Covid-19 yang dirusak warga, dan perebutan peti mati di Dusun Sukmoilang, Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember berlanjut pada proses hukum.

Sejumlah saksi diperiksa polisi terkait kasus tersebut. Termasuk salah satunya seorang tokoh agama masyarakat setempat KH. Farid Mujib.

Lora Farid ini mengatakan, terkait kasus pengrusakan mobil ambulans milik RS Bina Sehat Jumat malam (23/7) kemarin itu. Dirinya mengaku diperiksa selama kurang lebih 2 jam.

Ia menceritakan soal kronologi kejadian terkait pengrusakan mobil ambulans, dan perebutan peti mati, yang terjadi ketika membawa jenazah Mat Hori warga setempat. 

Karena saat itu, hendak dimakamkan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Pemakaman dilakukan dengan prokes, sebab jenazah tersebut meninggal terkonfirmasi positif Covid-19.

Bahkan saat itu, kata Lora Farid, warga mengambil paksa peti jenazah Mat Hori dan membawa nya ke rumah duka untuk dimakamkan secara normal.

"Kemarin itu, saya diperiksa dua jam, dari pukul setengah tiga (sore) sampai setengah lima. Saya menjelaskan, ada orang yang tidak bertanggungjawab, tanpa tabayun, bilang organ tubuh almarhum hilang. Karena itu, warga terprovokasi dan marah dan merusak mobil ambulans itu," ujar Lora Farid.

Dirinya berinisiatif mengecek langsung jenazah. Terlebih kondisi jenazah sudah berada di luar peti mati.

Untuk memastikan informasi pengambilan organ tubuh korban. Katanya, informasi pengambilan organ tubuh tidak benar. Tidak ada luka di tubuh almarhum.

"Organ  tubuh almarhum, tetap utuh," katanya. 

Selanjutnya, sebagai upaya menenangkan massa yang marah dengan jumlahnya ratusan orang itu. Dirinya menggelar doa bersama.

"Saat itu massa ratusan banyak, kemudian kami ajak baca Surar Al Ikhlas dan istighosah agar warga tenang," ucapnya.

Akan tetapi meskipun sudah tenang, lanjutnya, pihak keluarga menolak dilakukan pemakaman dengan protokol kesehatan.

"Jenazah kemudian dimandikan dan dimakamkan seperti biasanya," katanya.

Lora Farid menambahkan, terkait pemeriksaan di Mapolres Jember itu. Kapasitasnya saat itu sebagai saksi. Dia bersama dengan 8 orang lainnya.

Saat peristiwa penghadangan mobil ambulans tersebut, katanya, ia sebagai pihak yang menenangkan warga. 

"Kemarin sudah ada 3 warga Pace yang dimintai keterangan," pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan adanya sejumlah saksi yang diperiksa polisi.

"Benar ada pemeriksaan saksi. Kemarin kami masih berada di Surabaya. Nanti mungkin baru bisa memberikan keterangan," ujar Komang, Kamis, (29/7/2021).

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dua Tokoh Agama Diperiksa Terkait Pengerusakan Ambulans COVID-19

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT