Kamis, 27 Januari 2022
Pemerintahan

Dugaan Kesalahan Pembangunan Proyek IPAL Puskesmas di Lumajang

profile
Admin

09 Oktober 2020 18:03

418 dilihat
Dugaan Kesalahan Pembangunan Proyek IPAL Puskesmas di Lumajang
Proyek IPAL puskesmas di Lumajang

LUMAJANG - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh dari 12 titik di wilayah Kabupaten Lumajang oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, saat ini mendapat sorotan serius dari DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang. Hal ini terkait dengan proses pembangunan IPAL yang diduga ada kesalahan.

Sebagaimana diketahui, pada pemberitaan sebelumnya, bahwa Dinkes Kabupaten Lumajang, telah melakukan pembangunan IPAL di duabelas puskesmas, namun ada tujuh titik yang tidak selesai tepat waktu. Pembangunan IPAL yang dipergunakan sebagai pemrosesan limbah medis di puskesmas tersebut memang sempat menjadi sorotan warga Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe. 

“Salah satunya pembangunan IPAL di Puskesmas Candipuro, Kecamatan Candipuro, yang terindikasi sebagai proyek “siluman”,” kata Bupati DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara kepada media ini usai melakukan cross check lapangan.

Proyek pembangunan pengolahan limbah medis yang tendernya dimenangkan hanya oleh tiga CV ini, bahan bakunya dibeli dari pabrikan sempat menyita waktu alias molor, dan sempat dikeluhkan oleh warga sekitar. Namun hal itu sudah bisa diredam oleh DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang.

“Namun demikian, perpanjangan waktu itu tidak juga transparan, yang seharusnya selesai pada 9 September 2020 lalu, hingga kemarin siang masih ada pekerja yang bekerja memperbaiki tempat pengolahan limbah medis tersebut,” beber Angga menambahkan.

Dari pihak Dinkes Kabupaten Lumajang, kata Angga terkesan menutup-nutupi proses perpanjangan waktu yang diberikan oleh pihak CV tersebut, khususnya milik pelaksana CV Bambang Karya Tama dari Surabaya, yang mendapatkan pekerjaan pembangunan IPAL ini, sepengetahuan LSM LIRA ada di tiga titik.

“Sudah pernah kok kami meminta copy salinan surat perpanjangan waktu kepada PPTK dan PPK Dinkes Kabupaten Lumajang Kegiatan IPAL, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) LSM LIRA, namun sampai detik ini tidak diberikan, ada apa?,” tambah pria berambut gondrong ini.

Oleh karena itu, sejumlah warga melalui DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, akan menyurati sekaligus membuat laporan kepada Direskrimsus Polda Jatim atau Kasi Pidsus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, tentang adanya keluhan tersebut, agar terdapat suatu persoalan transparan penggunaan anggaran negara oleh pelaksana.

“Proyek pembangunan IPAL ini, jelas-jelas kami duga tidak transparan, karena pihak pelaksana tidak memasang papan proyek yang sempat kami sebut “siluman” tad, sebab masyarakat tidak bisa ikut mengawasi penggunaan anggaran tersebut,” beber Angga.

Padahal ini, sangat jelas telah diatur di Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Hanya saja pihak pelaksana terkesan menutupi waktu pengerjaan IPAL di salah satu puskesmas. Salah satu pegawai puskesmas enggan berkomentar banyak, sebab, dia juga tidak mengetahui kepana dalam pengerjaan IPAL tersebut tidak dipasang papan nama.

Kontraktor pengerjaan IPAL di sejumlah puskesmas di Kabupaten Lumajang, sampai berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi, karena awak media kesulitan mendapatkan akses informasi kontak person Direkturnya.

Sementara itu, sebelumnya disampaikan Dinkes Kabupaten Lumajang melalui Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan IPAL, Arie, bahwa dirinya meluruskan kalau pembangunan itu hanya duabelas titik, bukan empatbelas titik, dan proses pembangunan diakui ada pemberian kesempatan pekerjaan kepada rekanan di tujuh titik.

“Tujuh titik yang molor itu ada di Puskesmas Gesang, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, Puskesmas Bades, Puskesmas Pronojiwo dan Puskesmas Tempursari,” jelas Arie kepada awak media via chat whatsapp-nya.

Namun ketika diminta copy surat perpanjangan waktu perkerjaan, Arie hanya menyampaikan kalau itu bukan masuk ranah dan kapasitasnya.

“Mohon maaf kalau itu bukan kapasitas saya, bapak bisa langsung ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya, yaitu Sekretaris Dinkes, Bu Ester, nggeh. Dan saya merasa senang ada pihak LSM yang ikut membantu mengawasi pekerjaan demi pembangunan yang lebih baik,” jawab Arie lagi. (Fuad)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dugaan Kesalahan Pembangunan Proyek IPAL Puskesmas di Lumajang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT