Sabtu, 29 Januari 2022
Pemerintahan

Dugaan Marak Koperasi 'Bodong', Begini Kerja Satgas Pengawas Bentukan Pemkot

profile
Admin

10 Oktober 2020 04:14

179 dilihat
Dugaan Marak Koperasi 'Bodong', Begini Kerja Satgas Pengawas Bentukan Pemkot
Ilustrasi Gedung Pemkot Batu

KOTA BATU - Maraknya rentenir di Kota Batu yang berkedok koperasi membuat pemerintah membentuk satuan tugas (Satgas) Pengawas. Satgas pengawasan koperasi tersebut bertujuan mengawasi dan melakukan pembinaan kepada koperasi - koperasi simpan pinjam yang ada di Kota Wisata Batu.

Salah satu anggota Satgas Pengawas Koperas Suwito menyebut, Satgas ini bertujuan mengawasi koperasi - koperasi yang ada agar mengikuti aturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, peraturan menteri, peraturan daerah (Perda), hingga Peraturan Wali Kota (Perwali) Batu.

"Satuan Tugas Pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Usaha Simpan Pinjam Bagi Koperasi di Kota Batu telah dibentuk oleh Pemerintah Kota Batu sesuai SK Walikota Batu Nomor 188.45/257/KEP/422.012/2020. Dibentuknya pada 27 Juli 2020 yang sebelumnya sesuai Peraturan Walikota Batu Nomor 63 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam Bagi Koperasi," ujar Suwito Anggota Satgas Pengawas Koperasi, melalui rilis yang diterima pada Jumat malam (9/10/2020) di Balaikota Among Tani.

Suwito mengungkapkan, bila ada sejumlah koperasi di Kota Batu yang diduga melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) masing - masing. Bahkan masyarakat banyak yang tidak tahu harus bagaimana menghadapi koperasi yang sepihak memberikan pinjaman, menerapkan bunga bahkan memberikan denda.

"Banyak koperasi yang melakukan intimidasi kepada calon anggota bahkan kepada anggota yang tidak membayar angsuran pinjamannya. Banyak dari koperasi melakukan penarikan barang jaminan, melakukan penyitaan, bahkan melakukan pelelangan yang mana dari sebagian besar anggota merasa dirugikan,” ungkapnya.

Dengan demikian, tugas Satgas Pengawas Koperasi segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kota Batu tentang bagaimana koperasi dan segala aturan–aturan yang berlaku di koperasi bagi masyarakat Kota Batu.

Hal yang sama juga disampaikan Kayat Harianto anggota Satgas Pengawasan Koperasi dan Usaha Koperasi Simpan Pinjam mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan pengawasan koperasi di Kota Batu.

“Kami segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan koperasi yang meliputi aspek penerapan kepatuhan, kelembagaan koperasi, usaha simpan pinjam, penilaian kesehatan dan penerapan sanksi,” tuturnya.

Nantinya sesuai aturan yang ada, Satgas disebutnya bisa menerapkan sanksi administratif kepada koperasi yang belum menyelesaikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bahkan Satgas dapat melakukan koordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga PPATK jika didapatkan koperasi yang melakukan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU ) dan pendanaan terorisme.

“karena organ ini baru maka kami akan segera berkantor di Kota Batu yang letaknya representatif, kantor Satgas nantinya menerima  bagi siapa saja yang merasa menjadi korban koperasi, masyarakat bisa mengadukan kepada Satgas kapan saja,” pungkas. (nes)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dugaan Marak Koperasi 'Bodong', Begini Kerja Satgas Pengawas Bentukan Pemkot

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT