Kamis, 27 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Dugaan Pungli Kepengurusan PTSL, Uang Warga Dikembalikan Oknum Pokmas

profile
Rochul

13 November 2021 16:45

397 dilihat
Dugaan Pungli Kepengurusan PTSL, Uang Warga Dikembalikan Oknum Pokmas
Warga mendatangi balai desa adukan dugaan pungli PTSL

JEMBER - Petugas pengukur sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) mengembalikan uang yang ditarik dari beberapa warga Desa Mayangan, Jember. Pengembalian uang ini dilakukan setelah kasus dugaan pungutan liar (pungli) kepengurusan PTSL di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, muncul atas laporan warga desa.

Satu warga Desa Mayangan bernama Musrifah mengaku, uangnya sebesar Rp 2 juta dikembalikan oleh dua orang petugas kelompok masyarakat (pokmas) yang bertugas mengukur tanah untuk dilakukan sertifikasi PTSL.

"Uang Rp 2 juta saya dikembalikan pada Rabu sore kemarin. Saya bertanya - tanya dan curiga, apalagi dalam mengembalikan kedua oknum tersebut juga keluar kata - kata kurang pantas sebagai petugas pokmas," ujar Musrifah, kepada suarajatimpost, pada Sabtu (13/11/2021).

Ia pun melaporkan pengembalian uang tersebut ke Ketua RT3 RW 3 Dusun Kalimalang, Desa Mayangan bernama Temo.

"Uang salah satu warga saya dikembalikan, namun anehnya yang bikin saya geram itu mengapa baru ramai dikembalikan, ini kan salah satu upaya untuk menutupi kasus ini," ungkap dia.

Namun pengembalian uang itu disebut Temo, juga diiringi dengan ancaman pencabutan berkas sertifikasi pengukuran tanah PTSL dan ancaman lainnya. Alhasil pihaknya dibuat geram dengan ulah dua orang oknum petugas pokmas.

"Masak yang dikembalikan sambil bilang ke orang saya gini, berkas mu saya cabut, sana urus di RT Temo gitu, masak harus seperti itu sebagai pokmas PTSL," geram temo.

Sementara itu seorang tokoh masyarakat yang namanya tak mau disebutkan mengaku, bila ia telah mendengar adanya informasi dugaan pungli di beberapa desa di Kabupaten Jember. Apalagi sebelumnya gak serupa juga dikeluhkan warga di Desa Menampu dan Desa Kepanjen, Kabupaten Jember.

"Warga akan saya kawal, kalau perlu saya yang akan membuka posko Pengaduan dan saya siapkan kuasa hukum untuk permasalahan ini," tandasnya.

Sebelumnya dugaan pungli program PTSL telah terlebih dahulu muncul di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Warga pun akhirnya mengadukan dugaan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Para warga yang mendirikan posko aduan di desa setempat itu, mengumpulkan beberapa barang bukti dari ratusan warga yang merasa menjadi korban pungli kepengurusan PTSL. Warga yang dimintai membayar Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta ini belum menerima sertifikat PTSL kendati telah melakukan pendaftaran di tahun 2020.

Total ada 300 warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, yang telah mengadukan ke posko pengaduan dan datanya telah diserahkan ke Kejari Kabupaten Jember. Hingga kini kasus ini masih dalam penyelidikan Kejari dan belum ada hasilnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dugaan Pungli Kepengurusan PTSL, Uang Warga Dikembalikan Oknum Pokmas

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT