Jumat, 28 Januari 2022
Komunitas

GeKrafs Kota Batu Gandeng Ormas, Komunitas Hingga Pemkot Nandur Gunung Dalam Rabuisasi

profile
Doi

08 Desember 2021 16:59

192 dilihat
GeKrafs Kota Batu Gandeng Ormas, Komunitas Hingga Pemkot Nandur Gunung Dalam Rabuisasi
Bertajuk Nandur Gunung, GeKrafs gandeng Ormas, Komunitas Hingga Pemkot dalam agenda rutin bulanan Rabuisasi. (Suara Jatim Post)

KOTA BATU – Gerakan 'Nandur Gunung' digagas Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GeKrafs) Kota Batu sebagai gerakan restorasi alam, dengan menggandeng berbagai komunitas, ormas hingga Pemkot Batu, dalam tajuk Rabuisasi.

Dikatakan Bendahara GeKrafs, Tamsil Ainnur Rizal, dinamakan Rabuisasi karena gerakan penghijauan alam ini dilakukan setiap satu bulan sekali pada minggu pertama, dan kali ini adalah aksi pertama.

"Gerakan kami berbeda dengan giat penghijauan yang selama ini sering dilakukan. Setelah tanam pohon ini, setiap minggu akan kami lakukan restorasi atau perawatan melibatkan masyarakat setempat," jelas Rizal, Rabu (8/12/2021)

Digitalisasi, lanjut dia, akan diterapkan dalam proses perawatan pohon yang sudah ditanam sebagai indikator sukses tidaknya proses pertumbuhan pohon tersebut.

"Kami akan memantau perkembangan pohon yang telah ditanam, pemupukan hingga menjaga kesehatan pohon agar tumbuh hingga besar seperti yang diharapkan," katanya.

Jenis pohon yang ditanam, Rizal menjelaskan memilih jenis pohon buah dengan pertimbangan mudah besar dan hasil buahnya mendatang bisa dimanfaatkan.

"Jenis durian, sukun, nangka, dan petai kami tanam karena masa tumbuhnya yang cepat, juga bagus untuk resapan air," imbuh dia.

Dalam gerakan penghijauan ini, selain menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, seperti Ormas Pemuda Pancasila, Paguyuban Hiburan Kota Batu (Pahiba), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Kaliwatu Rafting, PDAM Kota Batu dan BPBD Kota Batu.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan bahwa apa yang telah digagas GeKrafs merupakan inisiasi luar biasa untuk  dicontoh komitmennya dalam menjaga alam yang akan terus dilakukan dibeberapa tempat.

“Secara pribadi kami di DLH tidak ingin cuma ceremonial belaka, harus berkelanjutan. Terutama dalam perawatan bibit pohon yang ditanam agar tumbuh besar,” jelas dia.

Beberapa instansi atau lembaga yang ada, masih kata Aries, juga masyarakat sekitar dilibatkan untuk menunjang sistem pengawasannya. Sebab pemulihan lahan tidak hanya tanggungjawab Perhutani, tapi semua element masyarakat.

“Isu hari ini adalahalih fungsi lahan, pengelolaan sampah, dan tranfsormasi digital. Nah Rabuisasi ini merupakan gerakan nyata dalam isu alih fungsi lahan,” papar Aries.

Bukan hanya DLH Kota Batu, dukungan juga diberikan oleh Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, dan memberikan apresiasi juga berterima kasih dengan adanya kegiatan ini.

"Desa kami ini merupakan salah satu dari beberapa desa penyangga gunung selain Desa Sumber Brantas, Punten, dan Bulukerto. Semoga kegiatan ini terus berkelanjutan demi sinergitas merawat lingkungan demi mencegah bencana alam terjadi dan bisa termanfaatkan,” katanya.

Suliono berharap, desa yang lain juga bisa melakukan hal yang sama, dengan menganggarkan melalui Dana Desa (DD) untuk mendukung atau melakukan upaya serupa.

“Kami mendukung penuh inisiasi mulia ini, dan kmai akan terbitkan SK untuk warga yang melakukan perawatan pohon, agar bisa kami keluarkan insentif. Jadi tidak cuma ditanam terus dibiarkan, namun diawasi dan dirawat," pungkas dia. (Doi Nuri)

Tags
Anda Sedang Membaca:

GeKrafs Kota Batu Gandeng Ormas, Komunitas Hingga Pemkot Nandur Gunung Dalam Rabuisasi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT