Sabtu, 29 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Hanya Karena Batuk, Kakek di Jember Bacok Tetangganya Hingga Tewas

profile
Rochul

02 Juli 2021 21:15

814 dilihat
Hanya Karena Batuk, Kakek di Jember Bacok Tetangganya Hingga Tewas
Korban dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia

JEMBER - Batuk berujung maut, begitulah yang dialami Misran (50) warga Jember yang tewas dibacok celurit oleh tetangganya sendiri. Korban yang tinggal di Dusun Dam Saola, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, tewas dengan luka bekas gorokan di lehernya, Jumat (2/7/2021).

Dari informasi yang dihimpun, saat itu korban tengah beristirahat di gasebo depan rumahnya. Korban yang tengah batuk saat beristirahat santai, terduga pelaku yakni Hasan (70) yang tak lain tetangganya sendiri mendengar saat tengah melintas. 

Namun entah apa penyebabnya, korban mencoba menyapa pelaku, tapi kakek tersebut pulang ke rumah tanpa menghiraukan sapaan Misran. Nahas Hasan kembali dengan membawa sebuah celurit dan terjadilah pertengkaran. 

Istri korban bernama Tacik, membenarkan sesaat sebelum suaminya tewas memang tengah bersantai duduk di gasebo rumah bersama seorang temannya bernama Karno. 

"Saat itu suami saya tamu-tamuan (duduk bercengkrama) dengan temannya Pak Karno. Ada saya juga waktu itu. Kemudian Pak Karno ini mau pulang dan batuk," kata Tacik.

Saat batuk itu, kata Tacik, terduga pelaku Hasan mendatangi korban yang saat itu bersama Karno. Saat itu hanya menyapa dan terduga pelaku pulang ke rumahnya.

"Sudah tidak ada apa-apa, Pak Karno ini pulang. Habis itu pelaku datang lagi menemui korban sambil membawa celurit, terus salaman sama korban. Setelah langsung membacok (menggorok leher korban). Padahal ya sebelumnya tidak ada masalah apa-apa, juga datang tidak ada apa-apa," jelasnya.

Tacik tak mengetahui secara pasti penyebab Hasan nekat membunuh tetangga dengan jarak 100 meter dari rumahnya. Meski demikian, Tacik menduga pelamu tersinggung disapa dengan suara batuk oleh sang suaminya.

"Padahal yang batuk bukan suami saya, tapi Pak Karno itu. Saat itu sempat ngobrol (menyapa korban). Seporanah engkok lek (mohon maaf saya pak, red). Kata suami saya, lah arapah mon nyo'on seporah nyambi arek (ada apa minta maaf tapi kok bawa celurit, red)," katanya menirukan percakapan korban dengan terduga pelaku.

"Tiba-tiba langsung (mengayunkan) celurit dan keket (bertengkar, red) sampai masuk jurang (Lubang samping gazebo dengan banyak tumpukan sampah). Kemudian membacok lagi dan kena tangan suami saya," lanjutnya menjelaskan.

Terduga pelaku, katanya, juga kenal dengan korban. "Tapi memang kata tetangga sini semua, orang itu (terduga pelaku) tidak bisa mendengar ada orang batuk. Kalau ada yang batuk mesti bawa arit (celurit) dan dikeluarkan (untuk mengancam)," katanya.

"Kemarin ada (tetangga) batuk di sini (sambil menunjuk lokasi pembunuhan). Ya gitu (terduga pelaku) langsung keluar dari rumahnya," sambungnya.

Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution Saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut.

"Tapi kami sigap cepat ke lokasi kejadian, dan langsung mengamankan terduga pelaku juga barang bukti sebuah celurit. Tapi untuk kronologis pasti kejadian. Kami masih pulbaket (pengumpulan bahan bukti dan keterangan) dan mendalami," kata Bejul.

Setelah kejadian dugaan pembunuhan tersebut, korban langsung dibawa ke Puskesmas Mayang untuk dilakukan visum luar. 

"Korban meninggal dunia, dan luka pada leher juga lengan tangan sebelah kanan," ucapnya.

"Antara rumah korban dan tempat tinggal terduga pelaku berjarak kurang lebih 100 meter,".(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Hanya Karena Batuk, Kakek di Jember Bacok Tetangganya Hingga Tewas

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT