Sabtu, 22 Januari 2022
Pemerintahan

Harga Porang Jeblok, Petani Harap Perhatian Pemerintah Jember

profile
Rochul

04 November 2021 14:37

330 dilihat
Harga Porang Jeblok, Petani Harap Perhatian Pemerintah Jember

JEMBER - Budidaya tanaman porang sebagai pengganti bahan makanan potensial dan juga bahan pembuat kosmetik. Mendapat perhatian Pemkab Jember untuk dibudidayakan.

Terkait potensi yang baik itu, petani di Jember yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sudah melakukan tahapan proses budidaya tanaman tersebut.

Diketahui untuk di Jember, sudah ada dua kelompok tani di Jember yang melakukan budidaya tanaman porang tersebut. 

Yakni kelompok tani di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger. Juga kelompok tani di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

Namun demikian, diungkapkan oleh Ketua HKTI Jember Jumantoro. Untuk harga di tingkat petani dari tanaman porang itu, sayangnya mengalami penurunan harga yang drastis.

Menurut Jumantoro, turunya harga itu karena petani kesulitan untuk memasarkan tanaman porang tersebut.

"Hari ini harganya terjun bebas, yang biasanya Rp 8-10 ribu per kilo. Tapi sekarang turun hingga Rp 4-5ribu per kilo," Kata Jumantoro, Kamis (4/11/2021).

Dengan kondisi itu, kata Jumantoro, diharapkan perhatian dari pihak Pemkab Jember. Pasalnya kata pria yang juga berprofesi sebagai petani ini, diduga turunnya harga tanaman porang itu karena sulitnya mencari pangsa pasar saat ini.

"Khususnya di Jember, bagaimana pemerintah daerah bisa bikin pabrik pengolahan tanaman porang, supaya petani tidak susah untuk menjual hasil tanam," ujarnya.

Menangkap keluhan dari petani tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmaji mengatakan, jika budidaya tanaman porang di Jember sudah cukup lama dilakukan. Bahkan ada 2 ribu hektar areal tanaman porang yang ada di Jember.

"Untuk Kabupaten Jember ini sebenarnya budidaya tanaman porang ini sudah cukup lama. Cuma memang belum terinventarisir, jadi kurang lebihnya areal 2.307 hektare tersebar di Kabupaten Jember," ucap Imam.

Saat ini untuk tahapan inventarisir itu, sudah dilakukan pemetaan untuk tanaman porang tersebut. 

"Harapannya untuk menjadi idola, bahwasanya petani mau menanam di Jember. Dalam artian, sesuai dengan arahan dari kementerian," ucapnya. 

"Tanaman porang ini adalah sebagai tanaman tumpang sari. Karena butuh pelindung. Jadi tidak disarankan menanam di areal persawahan yang produktif," imbuhnya.

Lebih lanjut Imam menyampaikan, untuk budidaya tanaman porang butuh perhatian khusus kaitan tahapan panennya.

"Untuk panennya sendiri itu menyesuaikan, tidak bisa panen serentak. Jadi petani bisa mengatur ritme, misalkan tidak di panen, itu semakin subur dan bertambah besar," katanya.

"Jadi semisal harganya menurun, itu petani bisa tidak memanen dulu. Jadi budidayanya setahun (kemudian) kalau bagus (baru) bisa dipanen," imbuhnya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Harga Porang Jeblok, Petani Harap Perhatian Pemerintah Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT