Rabu, 19 Januari 2022
Ekonomi

HKTI Lumajang Akan Dampingi Petani Kopi Hingga Berhasil

profile
achmad fuad

09 Juni 2021 21:56

109 dilihat
HKTI Lumajang Akan Dampingi Petani Kopi Hingga Berhasil

LUMAJANG - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang akan mendampingi petani kopi Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro hingga berhasil dengan menerapkan pola tanam organik.

Hal ini disampaikan Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, Iskhak Subagio kepada media ini, usai melakukan panen perdana kopi sehat menuju kopi organik tadi pagi.

"Kami yang bekerjasama dengan paguyuban petani muda Sari Luhur juga Pemerintah Desa (Pemdes) Jugosari, ingin membuat pertanian organik disini dengan tanaman kopi," katanya kepada awak media ini.

Iskhak juga berkomentar bahwa potensi kopi organik yang begitu besar ini harus ditangkap oleh seluruh pemangku kepentingan agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Dan Iskhak berharap agar pihak Perhutani dapat memberikan skema bagi hasil yang adil dengan petani penggarap, karena ini baru awal panen setelah disentuh teknologi penerapan Pupuk Organik Cair (POC).

"Perlu diketahui saat awal Nopember lalu, kami adakan sekolah lapang di sini, dan produksi kopi disini rata-rata 3 ons kering per pohon, kalau sekarang kami yakin bisa mencapai 3 kg kering per pohon, sungguh fantastis dan luar biasa hasilnya," tambahnya.

Diterangkan Iskhak, bahwa di Desa Jugosari ini ada 25 orang petani. Namun menurutnya, ada sejumlah petani yang belum bisa optimal produksinya, karena ada beberapa faktor kendala. Setelah dilakukan evaluasi ternyata ada beberapa perlakuan yang tidak dilakukan oleh petani, sehingga sama sekali tidak terkait dari kualitas pupuk organiknya.

"Ke depan pembinaan akan lebih diintensifkan kalau perlu kita targetkan tahun depan panen harus bisa lebih dari 5 kg biji kopi kering, dan komitmen kami masih tetap yaitu menggratiskan POC sampai petani berhasil," imbuhnya.

Iskhak bermimpi jika nantinya di lahan ini bisa dijadikan sarana sekolah lapang para petani kopi, sehingga kopi Lumajang bisa dikenal secara nasional. Dan jika semua pemangku kebijakan bisa menilai ini sebagai sebuah potensi, maka kata Iskhak merasa optimis banyak hal yang bisa dikembangkan.

"Dilihat dari sisi eksotika alamnya bisa di jual sebagai camping ground, wisata of road dan lain lain, perlu diketahui bahwa di areal ini juga banyak tanaman lain, seperti cengkeh, pala, laba, cabe jamu, kelapa, durian dan pisang. Potensinya bisa dimaksimalkan, untuk itu kami akan berkerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan yang optimal," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Jugosari, Mahmudi, sangat optimis bahwa desa ini akan terangkat ekonominya bukan hanya dari tambang saja tapi sektor lain juga dimaksimalkan, karena masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan. 

Semisal ada Gunung Jugo, petilasan watu lumpang sembilan lubang, watu kenong dan goa Jugo. Dan disamping itu, diaekitar areal petik kopi ada sisa benteng belanda yang masih kokoh, juga ada potensi tempat ikan sidat berkembang biak, dibawah Gunung Sobluk dan danau yang eksotik.

"Kita akan membuka tangan kepada seluruh pemangku kebijakan untuk memaksimalkan potensi yang ada agar ekonomi masyarakat makin meningkat, belum lagi bicara masalah gula merah yang banyak menjadi mata pencaharian penduduknya, gula merah disini belum tersentuh bahan kimia," bebernya.

Dan lahan ini, telah di lakukan sebuah aktivitas tindak lanjut dan akurasi data oleh pihak Perhutani dengan melakukan verifikasi lapangan oleh petugas Perhutani dan Poktan Wonokoyo.

"Ternyata lahan kopi masuk di petak 24A dengan luas petak 1200 Ha," paparnya.

Dan produk kopi yang dipanen sebelumnya sudah menghasilkan kopi bubuk dengan merk Jugo Coffee, ini suatu perkembangan yang cukup signifikan bagi petani kopi Jugosari. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

HKTI Lumajang Akan Dampingi Petani Kopi Hingga Berhasil

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT