Rabu, 26 Januari 2022
Ekonomi

IPM Banyuwangi Meningkat Selama 10 Tahun Terakhir

profile
Admin

18 November 2020 19:00

169 dilihat
IPM Banyuwangi Meningkat Selama 10 Tahun Terakhir
Kasi Analisis Statistik BPS Banyuwangi Sukamto

BANYUWANGI- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  Manusia di kabupaten Banyuwangi mengalami meningkat sejak 10 tahun terakhir ini. Hal tersebut berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi, Jawa Timur.


Kasi Analisis Statistik BPS Banyuwangi Sukamto memaparkan, perkembangan IPM Banyuwangi setiap tahun mengalami peningkatan, yakni mulai tahun 2010 dengan angka 64,54, tahun 2011 meningkat menjadi 65,48, tahun 2012 pada angka 66,12, tahun 2013 di angka 66,74, tahun 2014 meningkat pada 67,31. Di tahun 2015 juga masih meningkat yakni diangka 68,08, tahun 2016 meningkat menjadi 69,00, tahun 2017 pada angka 69,64, tahun 2018 di angka 70,06, dan terakhir pada tahun 2019 pada  angka 70,60.

 

Ia menerangkan, terdapat tiga komponen yang menjadi  penentu naik turunnya IPM disuatu daerah. Diantaranya kesehatan, pendidikan dan daya beli atau pengeluaran.

 

"Di Banyuwangi peningkatannya cenderung dipengaruhi daya beli penduduk Banyuwangi yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Untuk indeks pendidikan dan kesehatan memang ada kontribusinya. Namun IPM Banyuwangi terus naik cenderung disebabkan oleh daya beli," ujar Sukamto, Rabu (18/11/2020).

 

Bahkan, kata dia, kemampuan daya beli Banyuwangi secara statistik berada di atas rata-rata Jawa Timur. Untuk mengetahui indeks daya beli ini, BPS Banyuwangi harus menghitung secara khusus.

 

"Dalam artian ada beberapa komoditas yang harus dihitung BPS dan pada daerah tertentu. Jadi Banyuwangi dihitung secara sendiri tetapi menggunakan daerah tertentu yang pola konsumsinya cenderung sama. Datanya diambil dari Banyuwangi, sehingga dengan asumsi yang bisa dipenuhi ketika menghitung indeks daya beli itu sudah bisa dimunculkan daya beli Banyuwangi," urainya.

 

Menurutnya, yang perlu diperhatikan agar IPM di Banyuwangi terus meningkat, selain indeks daya beli juga indeks pendidikan dan kesehatan.

 

"Yang perlu atau membutuhkan perhatian di pendidikan dan kesehatan. Karena angkanya kalau kita lihat masih dibawah rata-rata Jawa Timur," ucapnya.

 

Dia juga menyampaikan, sementara untuk IPM Banyuwangi tahun 2020, pihaknya masih menunggu dukungan data.

 

"Sebetulnya sudah dihitung, akan tetapi masih ada konfirmasi dukungan data. BPS masih menangkap upaya-upaya pemerintah daerah untuk mendorong pendidikan, itu programnya apa saja, biayanya berapa dan lainnya. Itu sedang dikaji oleh BPS," tukas Sukamto.

 

Pihaknya memprediksi IPM Banyuwangi di tahun 2020 akan mengalami perlambatan, karena dampak pandemi Covid-19.

 

Untuk diketahui, IPM merupakan salah satu indikator yang mencerminkan keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat. Sebab, IPM menjelaskan cara penduduk mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya . WAN

Tags
Anda Sedang Membaca:

IPM Banyuwangi Meningkat Selama 10 Tahun Terakhir

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT