Rabu, 19 Januari 2022
Hukum

Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Pemeriksaan Kepsek SMK Negeri 10 Malang Ditunda

profile
Doi

02 Juni 2021 21:46

131 dilihat
Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Pemeriksaan Kepsek SMK Negeri 10 Malang Ditunda
Kuasa hukum Kepsek SMK Negeri 10 Malang ajukan penundaan pemeriksaan kliennya

MALANG – Pemanggilan Kepala Sekolah SMK Negeri 10 Malang Dwidjo Lelono sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana BA BUN 2019, yang sedianya digelar hari ini, Rabu (2/6/2021) batal dikarenakan sakit dan sedang dalam perawatan dokter.

Kuasa hukum Dwidjo Tirmidzi Husen menegaskan sebab kliennya tidak hadir karena sedang sakit dan menjalani perawatan di RSUD Kota Malang karena asam lambung.

"Kami mewakili hadir disini karena pak Deidjo sakit. Pemeriksaan dijadwalkan dilanjutkan Senin pekan depan. Kasi Pidsus juga sepakat menunda pemeriksaan dengan adanya kendala (sakit) ini," jelas dia.

Tarmidzi menekankan, dengan batalnya pemeriksaan hari ini, bukan berarti kliennya tidak kooperatif. "Beliau (Dwidjo) pasti hadir dan menyerahkan semua bukti atau dokumen yang diminta tim penyidik Kejari Kota Malang. Sebab semua memang ada alasannya, termasuk mengapa klien kami masih membawa bukti berupa dokumen asli," katanya.

“Klien kami pasti bertindak kooperatif sebagai warga negara Indonesia yang baik serta tidak lari tanggung jawab. Mudah-mudahan bisa menemukan langkah terbaik dan semua masalah ini segera selesai," imbuhnya.

Lebih lanjut, Tarmidzi berharap opini yang menyudutkan dari pemberitaan media agar bisa dihentikan. "Kasihan psikologis klien kami, begitu juga para siswa dan orang tua juga guru di SMK Negeri 10 Malang," harap dia.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Andi Darmawangsa, membenarkan ketidakhadiran Dwidjo yang dipanggil hari ini. Bukan karena mangkir, karena memang sakit. Ia meluruskan, bahpa pemanggilan ini sebagai saksi.

"Kami akna menanyakan terkait penggunaan dana BA BUN tahun 2019-2020. Dari dana itu, tim penyidik kejaksaan menemukan ada kerugian negara setidaknya mencapai Rp500 juta," imbuh Andi.

Hingga berita ini ditayangkan, sudah ada ada 11 saksi yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut. "Saksi itu dari pihak sekolah, cabang dinas, rekanan, kepala tukang, tim ahli ITN dan terakhir tadi perwakilan bapak Dwidjo,” terangnya.

Menambahkan keterangan Andi, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Malang Dyno Kriesmardi, mengatakan memang ada pelanggaran dalam proyek yang dimaksud. “Kemarin kami cek ke lokasi bersama tim ahli dari ITN. Ada kekurangan volume dan kualitas,” tutup Andi. (Doi Nuri)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Pemeriksaan Kepsek SMK Negeri 10 Malang Ditunda

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT