Rabu, 26 Januari 2022
Lifestyle

Jejak Kerajaan Majapahit di Desa Kutorenon Lumajang

profile
Avirista

20 Juli 2021 12:11

860 dilihat
Jejak Kerajaan Majapahit di Desa Kutorenon Lumajang
Balai Desa Kutorenon Lumajang

LUMAJANG - Kutorenon merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Nama desa ini berasal dari bahasa Madura, Katenon yang berarti terbakar. Konon desa ini pernah dibakar habis oleh Adipati Minak jinggo dari Blambangan semasa memberontak pada Majapahit.

Atas cerita tersebut, Balai Desa Kutorenon memiliki ciri khas tulisan yang bermodel huruf aksara jawa kuno. 

Menurut Kepala Desa (Kades) Kutorenon, Faisal Rizal, kalau ide dari tulisan bermodel aksara jawa ini ini muncul dari aspirasi semua perangkat desa. "Lebih sakral dan mengena ke nama Minak Koncarnya,” kata Faisol, saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan. 

Terlihat, model tulisan huruf aksara jawa kuno ini, makin diminati oleh pihak-pihak lain atau lembaga lain, semisal sekolah dasar, gereja Yos Sudarso, ada juga balai desa lain dan sejumlah tempat lainnya.

“Iya, memang banyak yang meniru model tulisan di Balai Desa Kutorenon, mungkin karena bernilai seni tinggi ya, dan alhamdulillah ide kreatif kami disukai masyarakat Lumajang atau masyarakat luar Lumajang,” tambahnya.

Diungkapkan Faisal, sejarah Desa Kutorenon memang tidak bisa terlepas dari sejarah Masyarakat Samin di Kabupaten Lumajang. Kuto adalah Kota dan Arnon adalah Kobong, jadi Desa Kutorenon mempunyai pengertian Kuto Kobong / Kota yang terbakar tadi.

“Huruf model aksara jawa kuno tersebut, sebagai simbol Minak Koncar di Kabupaten Lumajang,” beber Kades dua periode ini.

Singkat ceritanya, dahulu kala, pada jaman Kerajaan Majapahit, Desa Kutorenon dijadikan jalur / pintu utama menuju ke Kerajaan Majapahit dari sebelah Timur, sedangkan di Desa Kutorenon pada saat itu berdiri Kerajaan Lamajang yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Arya Wiraraja.

Balai Minak Koncar jadi jejak sejarah di Lumajang

Bukti dari adanya Kerajaan Lamajang, yaitu dengan adanya sisa – sisa Prasasti berupa bangunan benteng yang digunakan untuk benteng pertahanan Kerajaan Lamajang pada kala itu. Dan juga ditemukannya benda - benda bersejarah lainnya.

Dan pada masa Kerajaan Majapahit terjadi pemberontakan, termasuk di Kerajaan Lamajang sehingga terjadi peperangan antara Kerajaan Lamajang dengan Kerajaan Majapahit. akibat dari peperangan itu Kerajaan Lamajang porak - poranda, terjadi kebakaran diseluruh wilayah kerajaan, api berkobar dimana - mana dan akhirnya Kerajaan Lamajang runtuh.

Desa Kutorenon yang berbatasan dengan Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang di sebelah utara, dan sebelah timur bersebelahan dengan Desa Bondoyudo, Selokbesuki, Selokgondang Kecamatan Sukodono. Sedangkan sebelah Selatan ada Desa Karangsari Kecamatan Sukodono, Kelurahan Kepuharjo Kecamatan Lumajang dan Sebelah Barat bersebelahan dengan Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono, Desa tanggung Kecamatan Padang.

Hal yang sama disampaikan salah seorang budayawan dan sejarahwan Lumajang, Mansur Hidayat, juga menerangkan, nama ibu kota Arya Wiraraja ini adalah Arnon seperti tercantum dalam Babad Negara Kertagama. Karena serangan Majapahit akhirnya dibakar hangus, dalam bahasa Madyra menjadi KETONON dan sekarang disebut Kutorenon ini.

"Kutorenon ini ada ibukota kerajaan Lamajang Tigang Juru, yang dibakar habis oleh Kerajaan Majapahit pada tahun 1316 lalu," jelas Mansur.

Kenapa Kerajaan Lamajang dihancurkan, diceritakan Mansur, disebabkan kehebatan dari Kerajaan Lamajang sendiri. Dan hal itu membuat Kerajaan Majapahit marah, dan dengan segara macam bentuk tipu muslihat nya, ingin menghancurkan Kerajaan Lamajang.

"Ini terbukti dengan keratonnya sudah tidak berbekas sama sekali. Rata dengan tanah, padahal menurut Prasasti Babad Negara Kertagama, keratonnya sangat megah," paparnya lagi.

Dan kemegahan Kerajaan Lamajang, telah diaplikasikan dengan tulisan aksara Jawa kuno di balai Desa Kutorenon. (FUAD / Fcs) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Jejak Kerajaan Majapahit di Desa Kutorenon Lumajang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT