Rabu, 19 Januari 2022
Ekonomi

Kabar Baik Warga Terdampak PPKM di Mojokerto Terima Bansos

profile
Andy

11 Juli 2021 14:45

121 dilihat
Kabar Baik Warga Terdampak PPKM di Mojokerto Terima Bansos
Warga diberikan bansos sembako imbas PPKM darurat di Kota Mojokerto

KOTA MOJOKERTO - Sejumlah masyarakat di Mojokerto yang terdampak pemberlakuan PPKM darurat mendapatkan distribusi bantuan sosial (Bansos). Bansos berupa sembako langsung ke para tukang becak, sejumlah pengemudi ojek online, hingga pedagang kaki lima (PKL) yang mengalami penurunan pendapatan, pada Minggu (11/7/2021). 

Sasarannya berada di sejumlah lokasi strategis yang ada di Kota Mojokerto, mulai area stasiun, Pasar Niaga, sekitar Klenteng Mojokerto, dan warga yang terdampak penggusuran. Selain sembako sebanyak 500 paket ada minuman probiotik yang dibagikan ke mereka. 

Bantuan - bantuan ini merupakan donasi yang dikumpulkan dari elemen relawan Info Mojokerto Peduli, kepolisian, TNI, dan Forkopimda Kota Mojokerto. Dimana pembagiannya langsung dipimpin oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, Dandim 0815 Letkol Inf. Beni Asman, bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto serta relawan IMP (Info Mojokerto Peduli)

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, bantuan ini sebagai bagian dari bentuk kepedulian dan kehadiran negara kepada warganya. Apalagi di tengah kesulitan ekonomi imbas pemberlakuan PPKM darurat dari tanggal 3 - 20 Juli mendatang, demi mengurangi angka kasus Covid-19. 

"Negara hadir dalam memenuhi kebutuhan dan  memberikan bantuan sosial kepada warga yang kesulitan akibat dampak covid-19," ungkap Rofiq. 

Sementara itu, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf. Beni Asman menyebut, bantuan ini diberikan langsung kepada masyarakat yang terdampak langsung. Jadi pihaknya bersama kepolisian dan instansi pemerintah tidak hanya menindak, tapi juga memberikan solusi berupa bantuan kepada masyarakat. 

"Sekaligus mendata bagi masyarakat yang belum menerima dan melaksanakan vaksin dari pemerintah," tukasnya. 

Sebagai informasi, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 dalam upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. Ada beberapa ketentuan penting dalam penerapan PPKM Darurat tersebut.

Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bagi sektor esensial, maksimal 50 persen staff yang bekerja di kantor, dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Pemerintah mengizinkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan untuk beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek, diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Namun, pemerintah memutuskan agar pusat perbelanjaan, serta pusat perdagangan lain, termasuk kawasan wisata, ditutup selama penerapan PPKM Darurat tersebut. Sejumlah fasilitas umum seperti halnya lapangan, taman bermain, hingga stadion terpaksa ditutup untuk umum, demi mencegah kerumunan masyarakat.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kabar Baik Warga Terdampak PPKM di Mojokerto Terima Bansos

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT