Selasa, 25 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Kabupaten Jember, Surga Rokok Ilegal Tanpa Cukai

profile
Admin

06 Januari 2021 16:36

340 dilihat
Kabupaten Jember, Surga Rokok Ilegal Tanpa Cukai
Rokok Tanpa Cukai Banyak Terlihat Di Toko Kelontong Wilayah Jember.

JEMBER,- Peredaran Rokok Tanpa Cukai (Ilegal) di wilayah Jember bagian barat, terutama di Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Semboro dan Umbulsari menjadi surga bagi pengedar rokok ilegal.

Hal ini dikarenakan keberadaan rokok tanpa cukai tersebut cukup laris di kalangan buruh petani sebagai rokok alternatif ketimbang melinting sendiri.

“Ini tadi dapat rokok masing-masing 1 bungkus saat ngarit (panen) padi di sawah, oleh pemilik sawah dikasih rokok, biasanya 1 bungkus untuk beberapa orang, tapi kalau rokok seperti ini, 1 orang 1 bungkus,” ujar Kemi salah satu petani asal Semboro.

Dari penelusuran media ini, memang tidak beberapa toko menjual rokok tanpa cukai ini, tapi di toko dan warung kopi yang relatif sepi pembeli, rokok-rokok tanpa pita cukai ini dipajang bebas di etalase rokok bersama rokok resmi lainnya.

“Orangnya tidak tentu datang ke sini, kemarin baru kesini Cuma ngecek stok saja dan mengambil uangnya, dan tidak menaruh lagi, padahal rokok di etalase saya tinggal 1 bungkus, saat saya tanya katanya stoknya habis dan akan dikirim beberapa hari lagi,” ujar Muyas salah satu pemilik toko kelontong di desa Sidomulyo Semboro.

Hal yang sama juga diakui oleh Marwi salah satu pedagang toko kelontong yang cukup ramai pembeli di desa yang sama, menurutnya, dulu ia sekali ambil rokok tanpa cukai 1 ball (1 kardus) dan hanya dalam 1 minggu sudah habis, karena rata-rata warga sekali beli langsung 5-6 bungkus.

“Dulu saya juga ambil, lumayan laris, gak tau sekarang kok gak di kirimi lagi, padahal lumayan laris, malah kemarin pembeli langganan saya tanya, kok gak ada rokok murah di toko saya, padahal di toko lainnya yang tidak rame, sering dapat kiriman, ya saya jawab, orangnya gak pernah datang sekarang,” ujar Marwi.

Ketika ditanya dari mana sales rokok ilegal berasal? Baik Marwi maupun Muyas mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu dari mana sales tersebut, sebab saat datang mengantarkan rokok, mereka langsung pergi, karena uangnya diambil setelah rokok laku.

“Saat naruh rokok gak minta uang, Cuma bilang kalau harga per 5 bungkusnya sebesar 24 ribu, dan saya menjual rokok perbungkusnya 6500 sampai 8000 ribu, rokok murah ini laris saat musim tanam padi atau panen, karena banyak petani yang memakai tenaga kerja lebih dari 5 orang,” pungkas Marwi.

Selain dikawasan Jember barat,di Jember selatan juga banyak beredar rokok tanpa Cukai dan itu sudah menjadi primadona seperti halnya rokok merk MXbold yang terlihat dibungkus rokok tersebut berasal dari Kabupaten Malang berisi Batang Sigaret dengan harga 7000 Ribu rupiah.

"Di toko banyak mas, saya beli di kencong banyak yang jual juga di toko toko dengan harga 7000 dan 8000 Ribu dengan berbagai merk" Ujar Paiman,(40) warga Kencong yang bekerja sebagai Kuli Bangunan.

Sementara sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kantor perwakilan Bea dan Cukai yang ada di Jember, namun salah satu staf di kantor perwakilan bea dan cukai Jember menyatakaan, bahwa info ini akan diteruskan ke bagian penindakan.

“Daerah mana itu mas, biar nanti saya teruskan ke bagian penindakan,” ujar staf Bea dan Cukai. (Ema Wasta)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kabupaten Jember, Surga Rokok Ilegal Tanpa Cukai

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT