Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Temuan Mencengangkan Saat Sidak di Tempat Perbelanjaan dan Wisata di Mojokerto

profile
Andy

22 Desember 2021 21:12

49 dilihat
Temuan Mencengangkan Saat Sidak di Tempat Perbelanjaan dan Wisata di Mojokerto
Pengecekan tempat penjualan makanan oleh Kapolres Mojokerto

MOJOKERTO - Kesiapan pengaman dalam menyambut perayaan natal dan tahun baru 2021-2022 terus dilakukan oleh jajaran pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Salah satunya yang dilakukan anggota TNI-Polri yang melakukan peninjauan di tempat perbelanjaan dan lokasi wisata yang ada di Kecamatan Trawas dan Pacet, Rabu (22/12/2021) sore.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar, menyampaikan, pihaknya telah berkolaborasi bersama intstansi terkait tentang kesiapan pengaman natal dan tahun baru.

"Anggota yang disiagakan sebanyak 350 personel gabungan TNI-Polri," kata Kapolres.

Apip menambahkan, kegiatan yang dilakukan ini guna mengantisasi adanya kelonjakan penyebaran wabah penyakit covid-19.

"Antisipasi lonjakan covid-19 pada saat perayaan natal dan tahun baru," ungkapnya. 

Apip juga mengimbau kepada masyarakat, apabila melakukan aktifitas diluar rumah, diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Jika keluar rumah diharapkan membawa perlengkapan seperti masker dan hand sanitizer," terang Apip.

Pada kesiapan pengecekan lokasi wisata dan swalayan, Kapolres dan Komandan Kodim 0815 Mojokerto secara langsung mengecek kelayakan aplikasi peduli lindungi dilokasi.

"Kami juga mengecek langsung aplikasi peduli lindungi di tempat wisata dan swalayan," terangnya.

Meski wilayah Kabupaten Mojokerto telah menjadi level satu, sesuai Imendagri, Apip menegaskan tetap harus mentaati protokol kesehatan.

"Kita memang sudah di level satu, tapi harus melakukan pembatasan-pembatasan," tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman di Taman Ghanjaran berdialog dengan pengunjung. Didapati mereka tidak melakukan Scan QR Code Peduli Lindungi.

Maka Letkol Inf Beni Asman pun mengingatkan agar BUMDes atau pengurus Taman Ghanjaran lebih memperhatikan prokes khususnya penggunaan QR Code Peduli Lindungi sebagai syarat wajib untuk memasuki tempat wisata.

"Karena dengan aplikasi Peduli Lindungi ini kita bisa tahu pengunjung sudah vaksinasi atau belum, berapa.kali vaksin, kontak erat bahkan jumlah pengunjung yang memasuki tempat wisata, karena ada pembatasan maksimal 75 persen," tandasnya.

Disisi lain, Kades Ketapanrame yang dihubungi melalui pesan daring Whatsapp mengatakan, biar di ingatkan sama petugas penjaga.

"Aplikasi peduli lindungi sudah disiapkan di beberapa akses masuk, termasuk tempat cuci tangan sangat mudah di jangkau. Imbauan tertib prokes selalu di sampaikan melalui pengeras suara, artinya perlengkapan prokes sudah layak dan memenuhi syarat. Yang jelas pengelola sudah maksimal melaksanakan prokes," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Temuan Mencengangkan Saat Sidak di Tempat Perbelanjaan dan Wisata di Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT