Jumat, 28 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Kasatpol PP Sumenep Angkat Bicara Terkait Penyegelan Sejumlah Kafe Usai Operasi Yustisi

profile
Admin

14 Januari 2021 22:26

133 dilihat
Kasatpol PP Sumenep Angkat Bicara Terkait Penyegelan Sejumlah Kafe Usai Operasi Yustisi
Penyegelan salah satu kafe di Sumenep

SUMENEP - Kepala Satpol PP Sumenep angkat bicara mengenai temuan diduga minuman keras saat operasi yustisi. Operasi yustisi sendiri merupakan bagian dari pencegahan COVID-19 dengan pemberlakuan jam malam. 

Operasi yustisi kali ini digelar pada Rabu malam kemarin 13 Januari 2021, dengan sasaran di sejumlah kafe dan tempat hiburan malam yang ada di wilayah Sumenep. Namun selain bukannya menemui para pelanggar protokol kesehatan, petugas justru menemukan minuman keras dengan merek king coffe beer sebanyak 12 botol dan noka coffe beer 9 botol. 

Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito menduga terdapat miras di Kafe Sabu tersebut. Demi meyakini informasi itu, pihaknya menyuruh pewarta untuk menghubungi langsung pihak kepolisian. Dalam hal ini Kabag Ops Polres Sumenep, AKP. Achmad Robial.

"Kalau untuk yang di Kafe Padian itu coba hubungi Kabag OPS dulu, karena diduga ada mirasnya di Kafe itu. Karena Coffee Beer di sana," ujar Purwo, saat dikonfirmasi media ini, Kamis, 14/01/2021.

Lebih lanjut Purwo menjelaskan, giat operasi gabungan tersebut, banyak beberapa kafe yang masih belum mengantongi izin usaha dari Pemerintah setempat.

"Ada izinnya tidak kafe itu ? Kafe Sabu itu sebelumnya punya pelanggaran. Saya pernah dulu grebek ke sana, pada pukul 22.00 WIB Kafe itu belum ditutup, sekitar empat hari yang lalu," ujarnya.

Meski begitu, sebenarnya ia mengaku enggan berkomentar lebih panjang soal banyaknya kafe di Sumenep yang belum mengurus izin usaha ke DPM-PTSP setempat. "Saya sebenarnya tidak berani komentar, karena sebenarnya itu kayaknya ada yang dilidik, bukan kewenangan saya," kata dia.

Saat ditanya soal penyegelan warung sabu oleh Petugas, Purwo meyakini petugas tengah melakukan operasi gabungan, warung sabu diduga bermain petak umpet dengan petugas. Artinya, sebelum didatangi ke lokasi, para pengunjung Kafe telah buyar terlebih dahulu.

"Kalau hanya sekedar ditempeli Prokes, yang jelas tempat cuci tangannya, jaga jarak dan lain-lain itu tidak ada. Tadi malam saja dicek, ada kopi yang masih hangat, lampunya juga ada yang masih mati sempurna. Kalau memang tidak ada izinnya, ya cepat urus itu. Ini saran loh ya," ulasnya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi lebih dalam soal penyegelan itu, ia meminta awak media berhati-hati dalam menulis sebuah berita. Namun Purwo tidak memaparkan secara rinci maksud dan tujuan kalimat tersebut seperti apa.

"Sampeyan hati-hati memberitakan, karena yang dihadapi itu pihak kepolisian. Itu sebenarnya kan halnya kecil. Ya kalau tidak punya izin segera urus saja dulu," timpalnya.

Sedangkan Kabag OPS Polres Sumenep, Achmad Robial saat dikonfirmasi mengatan, warung yang ditemukan tidak mengantongi izin akan dilakukan penyegelan. Penyegelan dipakukan sampai surat izinnya diurus. Selain itu, Robi mengaku bahwa petugas juga menyita puluhan minuman karena tidak mengantongi izin.

"Kalau miras tidak ada. Itu hanya ada minuman yang tidak ada ijin BPOM-nya, makanya kami sita," tandasnya. (Irul) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kasatpol PP Sumenep Angkat Bicara Terkait Penyegelan Sejumlah Kafe Usai Operasi Yustisi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT