Jumat, 28 Januari 2022
Kesehatan

Kasus Omicron Tembus 414, Pemerintah Dorong Vaksinasi Booster

profile
Andy

10 Januari 2022 22:09

219 dilihat
Kasus Omicron Tembus 414, Pemerintah Dorong Vaksinasi Booster
Vaksinasi booster harus segera dilakukan mengingat Omicron telah menjangkit 414 orang. (Suara Jatim Post)

MOJOKERTO - Menyikapi peningkatan kasus konfirmasi Omicron di tanah air yang telah mencapai 414 kasus, pemerintah kembali menekankan agar masyarakat jangan panik, namun tetap berlaku waspada. 

Sebagai tindak kewaspadaan, masyarakat diminta terus melakukan upaya intervensi seperti vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan, terlebih karena bertambahnya kasus transmisi lokal varian ini. 

Hal tersebut diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, Senin (10/1/2021). Diketahui, jumlah kasus konfirmasi Omicron di tanah air terus meningkat. 

Kementerian Kesehatan mencatat terdapat penambahan kasus Omicron sebanyak 75 orang pada Sabtu (8/1) lalu. Dengan demikian, hingga Sabtu (8/1), total jumlah kasus Omicron adalah sebanyak 414 orang di Indonesia.  

Angka total ini terdiri atas 136 kasus terdeteksi pada Desember tahun lalu, serta 278 kasus konfirmasi pada awal tahun ini (1-8 Januari 2022).   

“Data menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kasus Omicron di Indonesia berlangsung cepat,” tandas Johnny seraya menyebutkan bahwa setiap pihak juga perlu memperhatikan pertambahan jumlah kasus transmisi lokal yang ada.

“Dari 414 orang, mayoritas memang pelaku perjalanan luar negeri, namun sebanyak 31 di dalamnya merupakan kasus transmisi lokal. Ini berarti proses penularan sudah terjadi di tengah masyarakat,” papar Johnny, “artinya, meski tidak ke mana-mana, kita tetap berisiko tertular. Jadi upaya intervensi harus tetap dilakukan,” imbuhnya.   

Salah satu upaya intervensi dimaksud, adalah vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Terbukti, vaksinasi berperan penting agar terhindar dari gejala sakit berat saat terinfeksi virus COVID-19, termasuk pada Omicron,” ujar Johnny melalui siaran persnya.  

Karena itu, kata Johnny, pemerintah meminta masyarakat menyegerakan vaksinasi. “Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, vaksin masih menjadi senjata ampuh mencegah dan melawan COVID-19, bersama dengan 3M, 3T, dan sirkulasi udara yang baik,” tegasnya. 

Seluruh bangsa telah bekerja keras menjalankan akselerasi vaksin COVID-19 dan masih terus berlangsung. Per tanggal 9 Januari 2022, sudah lebih dari 170 juta penduduk Indonesia mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan lebih dari 116 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis lengkap. 

Capaian  tersebut  menjadikan  Indonesia  masuk  jajaran  5  besar  negara  dengan  jumlah  vaksinasi terbanyak  di  dunia.

Adapun  terkait  vaksinasi  penguat  atau booster yang  diperlukan  untuk  meningkatkan  kembali efektivitas  vaksin,  mencegah  penularan  varian Omicron,  dan  mengendalikan  laju  COVID-19 Johnny mengatakan bahwa program vaksinasi  COVID19 dosis  ketiga  akan segera  dimulai.

Saat  ini,  ujarnya,  pemerintah  terus  mematangkan  skema  pemberian  vaksin mulai booster .  

“Ketika  sudah saatnya,  diharapkan masyarakat untuk  segera  lakukan," imbau  Johnny. 

Kesempatan  yang  sama, menteri kelahiran Ruteng NTT menyampaikan,  mengingat  mayoritas  kasus  Omicron ditemukan  pada  pelaku  perjalanan  luar  negeri,  maka  andil  proses  karantina  juga  signifikan dalam mengendalikan laju penyebaran  Omicron.
“Patuhi  dan  laksanakan  dengan baik  proses  karantina  bagi mereka  yang  masuk  ke  I ndonesia,”  tandasnya. 

Pemerintah  telah  mengatur  bahwa pelanggar  ketentuan  karantina  ini  akan  ditindak  tegas,  seperti mengembalikan yang  bersangkutan  ke  tempat  karantina  yang  seharusnya.  

Jika  orang  tersebut  tidak kooperatif  maka  dapat  berlaku  sanksi  sebagaimana  diatur  dalam  Pasal  14  UU  Nomor  4  tahun  1984 tentang  Wabah  Penyakit  Menular  dan  Pasal  93  UU  Nomor  6  tahun  2018  tentang    Kekarantinaan Kesehatan. 

“Dukungan masyarakat sangat kita  perlukan.  Semua  pihak  diminta ikut  serta  mengawal implementasi a turan  karantina  ini  di  lapangan,”  pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kasus Omicron Tembus 414, Pemerintah Dorong Vaksinasi Booster

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT