Selasa, 25 Januari 2022
Ekonomi

Kelangkaan Pupuk di Lumajang, Begini Saran LIRA ke Pemerintah

profile
achmad fuad

23 Januari 2021 14:20

52 dilihat
Kelangkaan Pupuk di Lumajang, Begini Saran LIRA ke Pemerintah
Ilustrasi pupuk (istimewa)

LUMAJANG – Polemik kelangkaan pupuk bersubsidi kerap kali menjadi persoalan bagi petani di Kabupaten Lumajang. Terlebih saat memasuki musim tanam pupuk subsidi menjadi barang yang seharusnya bisa tersedia di pasaran.

Menanggapi persoalan itu Bupati DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara, mengatakan kalau pengawasan harus terus diintensifkan agar pupuk subsidi tepat sasaran dan tepat waktu, tidak bermasalah seperti saat ini.

Kalau dilihat, kata Angga, penyaluran pupuk bersubsidi ini hanya diperuntukan petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan). Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Biarpun pada prakteknya, produsen pupuk sudah menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan, bahkan menyiapkan stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan, tetapi persoalan kelangkaan pupuk masih terjadi. 

Dari informasi yang didapatkan, Angga mengatakan bahwa pada 2019 lalu, Kementan RI telah menyalurkan 9,55 juta ton pupuk bersubsidi dengan memprioritaskan sentra-sentra produksi pertanian. Jenis pupuk yang disalurkan berupa Urea, SP36, NPK, ZA, dan pupuk organik. 

“Yang terpenting adalah bentuk pengawasan pupuk dan pestisida juga harus dilakukan, agar petani yang berhak menerimanya secara langsung,” ujar Angga kepada media ini.

Seharusnya, kata Angga, jika terjadi kekurangan alokasi pupuk bersubsidi pada masing-masing wilayah, seperti di tingkat kecamatan, maka dapat dilakukan pengajuan permintaan tambahan alokasi pupuk bersubsidi tersebut melalui realokasi antar kecamatan oleh dinas terkait.

“Disini Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Lumajang sangat kurang optimal. Penyalur yang menjual pupuk bersubsidi kepada petani berdasarkan E-RDKK,” ungkapnya. 

Namun dalam pelaksanaan pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi sampai ke petani, menurut Angga, hal itu dapat dibantu oleh petugas penyuluh di masing-masing wilayah untuk memantau dan melaporkan kondisi dan/atau masa pertanaman, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dapat sesuai peruntukannya.

“Bukan malah ikutan menjual pupuk dari salah satu produsen kepada petani demi mengejar bonus atau fee,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Dindag) Kabupaten Lumajang, Hairil Diani mengatakan kalau dirinya bukan Ketua KP3 Kabupaten Lumajang, saat ditanya seputar kelangkaan pupuk di Kabupaten Lumajang.

“Mohon maaf, saya bukan Ketua KP3, mas,” jawabnya singkat.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kelangkaan Pupuk di Lumajang, Begini Saran LIRA ke Pemerintah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT