Sabtu, 22 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Keluarga Keluhkan Dugaan Penelantaran Pasien Suspek COVID-19 di RSU Kaliwates

profile
Rochul

18 April 2021 21:20

490 dilihat
Keluarga Keluhkan Dugaan Penelantaran Pasien Suspek COVID-19 di RSU Kaliwates
Pelayanan RSU Kaliwates dikeluhkan keluarga (istimewa)

JEMBER - Salah seorang pasien di RSU Kaliwates meninggal dunia usai diduga mengalami penelantaran dari petugas medis. Hal ini berakibat keluhan dari pihak keluarga pasien yang diketahui berinisial SG (69), warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember. 

Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal dari masuknya pasien berinisial SG yang mengalami sakit karena mengeluh sesak pada pernafasan. Oleh pihak rumah sakit diputuskan sang pasien ini harus memasuki ruang isolasi karena adanya gejala yang menyerupai COVID-19. 

Saat pasien sudah masuk ke ruang isolasi, pihak keluarga tengah menyiapkan keperluan selama menjalani isolasi. Selanjutnya, pihak keluarga berniat melihat kondisi SG lewat CCTV.

Namun saat dicek melalui kamera CCTV yang disediakan pihak rumah sakit, diketahui kondisi SG sudah dalam posisi tidur telungkup seperti orang kedinginan dan tanpa ada pertolongan perawat atau petugas disampingnya.

“Saat itu ayah saya baru masuk ruang isolasi sesuai yang diarahkan oleh dokter, kemudian ibu saya mengambilkan baju ayah saya, saya sendiri menunggu di luar, setelah itu, ibu saya ingin melihat kondisi ayah saya lewat CCTV yang disediakan pihak rumah sakit, saat itu saya kaget melihat bapak saya melungker (telungkup) dan tanpa ada petugas atau perawat disampingnya,” ujar Ari, putra pasien berinisial SG.

Melihat kondisi seperti ini, Ari pun menyesalkan pihak rumah sakit yang dinilai ceroboh dan abai dalam memberikan pelayanan, terlebih ayahnya masuk ruang isolasi tidak lebih dari 30 menit. 

“Saya tidak menyesalkan kematian bapak saya, yang saya sesalkan adalah bentuk pelayanan rumah sakit, karena mengabaikan pasien,” bebernya. 

Ari menceritakan, ayahnya sebelumnya pada tanggal 6 sampai 9 April masuk ke RS Jember Klinik dan ditangani oleh dokter Angga. Selama berada di RS Jember Klinik, pasien juga sempat menjalani rapid antigen dan dinyatakan negatif Covid-19. Setelah mendapat perawatan beberapa hari dan dinyatakan membaik, pasien diperkenankan pulang.

“Kemudian pada Minggu tadi pagi, bapak saya kembali mengeluhkan sesak, dan ada Pneumonia di paru parunya, kemudian saya bawa langsung ke rumah sakit Kaliwates," tuturnya. 

Saat berada di RSU Kaliwates inilah pihak keluarga disebut sempat berkomunikasi dengan tim dokter dan meminta pasien berinisial SG ini untuk menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit. 

"Saat ditangani oleh dokter di rumah sakit tersebut, saya juga komunikasi dengan dokter yang pertama merawat bapak saya, dan saran dari kedua dokter tersebut sama, yaitu bapak saya menjalani isolasi, meski hasil antigen dinyatakan negatif sebelumnya,” ujar Ari.

Dikatakan Ari, saat menjalani perawatan di ruang isolasi inilah SG, akhirnya dinyatakan meninggal setelah baru memasuki ruangan selama 30 menit. 

Sementara itu saat dikonfirmasi Humas dan Marketing RSU Kaliwates Pramudia pada Minggu malam (18/4/2021) meminta langsung mengonfirmasi dengan pihak dokter yang menangani sang pasien. Pihak manajemen rumah sakit beralasan kurang paham mengenai tindakan yang telah dilakukan tim dokter tersebut. 

“Kalau soal itu, mungkin lebih baik bertemu di kantor atau bertemu dokter yang menangani di rumah sakit mas. Nanti akan kita pertemukan dengan dokter jaga yang lebih tau kronologisnya, saya sendiri tidak bisa memberikan penjelasan soal itu,” pungkasnya. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Keluarga Keluhkan Dugaan Penelantaran Pasien Suspek COVID-19 di RSU Kaliwates

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT