Rabu, 26 Januari 2022
Pemerintahan

Kepala Disdik Bojonegoro Penuhi Panggilan Terkait Dugaan Jual Beli Proyek

profile
Admin

13 Januari 2021 23:06

356 dilihat
Kepala Disdik Bojonegoro Penuhi Panggilan Terkait Dugaan Jual Beli Proyek
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Heri

BOJONEGORO – Polemik pokok pikiran (pokir) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akhirnya berujung laporan beberapa pihak ke Polres Bojonegoro. Bahkan kepolisian telah memanggil sejumlah pihak yang terkait pokir, salah satunya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bojonegoro Dandi Suprayitno.

 

Pokir merupakan penjaringan aspirasi masyarakat saat anggota DPRD melakukan reses, yang nanti hasilnya akan ditindaklanjuti ke eksekutif melalui perancangan APBD.

 

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Heri Poerwanto membenarkan, pihaknya telah memintai keterangan dari Kadisdik Kabupaten Bojonegoro. "Kepala Diknas, kemarin sudah kita klarifikasi dan kita dalami dari saksi - saksi yang kita konfirmasi, hingga munculnya terjadi proyek, dan hingga terjadi aduan tersebut" terangnya.

 

Seharusnya pada Rabu (13/1/2021) lanjut Iwan, pihaknya juga memanggil dua orang anggota DPRD guna dimintai keterangan mengenai pokir. Kedua orang yang anggota DPRD Bojonegoro yang dimintai keterangan, yakni SPN dan MRZ, namun kedua tak hadir memenuhi panggilan kepolisian.

 

"Yang penting kita klarifikasi dulu, Kita baru klarifikasi dari beberapa pihak, nanti kalau sudah selesai kita baru bisa sampaikan pada media," tuturnya.

 

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengungkapkan telah memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik Tim Unit II Tipikor Satreskrim Polres Bojonegoro terkait polemik pokir yang muncul.

 

"Pertanyaannya berat juga tidak, gampang pun tidak dan juga banyak sudah jawab apa adanya, soal pertanyaan tidak terhitung, banyak," jawab Dandi Suprayitno melalui telepon.

 

Menurut Dandi, pokir tersebut diusulkan oleh angoota DPRD Bojonegoro di tahun 2020. Seingat Dandi, setidaknya ada setengah lebih anggota yang mendapatkan Pokir dan usulan itu ada di sekretariat DPRD Bojonegoro.

 

"Ada separuh anggota dewan yang dapat pokir, kalau data yang sebenarnya saya lupa, di Sekwan (Sekretariat Dewan) adalah siapa saja yang mendapat pokir tahun 2020," jelasnya.

 

Mengenai adanya dugaan jual beli pokir, ia membantahnya. Menurutnya, ia tak tahu bila ada isu jual beli pokir, namun diakui ada beberapa proyek yang belum dibayar dan terbayarkan, sehingga diadukan ke Polres Bojonegoro.

 

"Soal jual beli proyek tidak ada semacam itu, ceritanya yang mengerjakan di lapangan itu belum terbayar, itu saja infonya, saat saya kejar terkait dugaan jual beli pokir tersebut,” paparnya.

 

Sampai berita ini ditulis dua anggota DPRD yang sedianya akan dimintai keterangan polisi, belum memberikan keterangan apapun. Keduanya tak merespon komunikasi yang dilakukan media hingga Rabu malam.

 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kepala Disdik Bojonegoro Penuhi Panggilan Terkait Dugaan Jual Beli Proyek

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT